Mawardi Larang Pejabat ke Luar Daerah
Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, melarang semua pejabat dan PNS di lingkungan Pemkab setempat melakukan perjalanan dinas
KOTA JANTHO - Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, melarang semua pejabat dan PNS di lingkungan Pemkab setempat melakukan perjalanan dinas ke luar daerah dan luar negeri. Menurutnya, larangan ke luar daerah tersebut berlaku mulai Senin (16/3/2020) hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan tersebut, kata Mawardi, diterapkan pihaknya sebagai bagian dari upaya proteksi agar tidak ada PNS di Aceh Besar yang terjangkit Corona. Sebab, sambungnya, dalam beberapa waktu terakhir virus memastikan yang berasal dari Wuhan, Cina, tersebut sudah mulai mewabah di Indonesia.
“Karena itu, saya minta Pak Sekda tolong dipantau dan dipastikan agar tidak ada pejabat atau PNS Aceh Besar yang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah mulai hari Senin besok (hari ini-red),” pinta Mawardi Ali, dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Besar Masa Bakti 2020-2025 di markas organisasi itu, kawasan Desa Bada, Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (14/3/2020) pagi.
Jika tetap ada yang melakukan perjalanan dinas, kata Bupati lagi, maka saat tiba kembali di Aceh, pejabat atau PNS tersebut harus dikarantina selama 14 hari. Hal itu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan terhadap seseorang untuk diketahui apakah ada terpapar virus Corona atau tidak.
“Selain sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran Corona, larangan ini juga sekaligus bisa menghemat anggaran daerah,” ungkap Mawardi yang disambut tepuk tangan oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Sebelum memberikan sambutan itu, Mawardi dilantik sebagai Ketua PMI Aceh Besar masa bakti lima tahun ke depan bersama pengurus lengkap.
Sebagai upaya lain untuk mencegah agar virus mematikan itu tak masuk ke wilayah Aceh Besar secara khusus dan Aceh pada umumnya, menurut Mawardi, pada pelantikan pengurus PMI tersebut juga dilaksanakan doa bersama yang dipimpin Abu H Athaillah bin Ishak Al Amiry (Pimpinan Dayah Ulee Titi, Kecamatan Ingin Jaya).
“Di akhir acara ini nanti mari sama-sama kita berdoa, semoga Allah SWT menjauhkan kita dari segala marabahaya terutama virus Corona yang akhir-akhir ini penyebarannya makin mengkhawatirkan. Kita juga berdoa semoga wabah yang sudah menimpa ratusan negara di dunia ini bisa segera berakhir,” ajak Mawardi Ali.
Meski Corona makin mewabah, namun Bupati Mawardi mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kebersihan diri, dan selalu berdoa kepada Allah SWT agar virus tersebut tidak sampai masuk ke Aceh. Salah satu cara menjaga kebersihan diri, sebut Mawardi, adalah dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. “Kita disarankan memilih cairan antiseptik dengan kandungan alkohol lebih dari 50 persen,” ujarnya.
Amatan Serambi, Bupati bersama kepala SKPK, Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, dan anggota DPRK, ulama dan tokoh masyarakat Aceh Besar, pengurus PMI Aceh, serta sejumlah pejabat lainnya, duduk bersimpuh di panggung utama dan kemudian sama-sama membaca Surat Yasin dan diakhiri dengan doa. Demikian juga dengan sekitar 2.500 tamu undangan yang hadir pada acara tersebut tampak ikut membacakan surat Yasin dan mengaminkan setiap doa yang diucapkan oleh Abu H Athaillah. (jal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mawardi-ali_20180820_175534.jpg)