Kamis, 16 April 2026

Malaysia Lockdown Perangi Covid-19, Turis Asing Tidak Bisa Masuk Selama Dua Minggu

Pemerintah Malaysia memutuskan melakukan lockdown mulai Rabu (18/3/2020) untuk memerangi virus corona (Covid-19).

Editor: Faisal Zamzami
DOK RAYMON
Diberlakukannya lockdown atau menutup negara sementara oleh pemerintah Malaysia, membuat warganya yang berada di Tanjungpinang berbondong-bondong kembali ke negaranya melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Rabu (18/3/2020)(DOK RAYMON) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Malaysia memutuskan melakukan lockdown mulai Rabu (18/3/2020) untuk memerangi virus corona (Covid-19).

Keputusan ini beraku selama dua minggu.

Ada beberapa kebijakan yang diatur sebagai langkah melawan virus corona, salah satunya melarang Warga Negara Malaysia meninggalkan negara dan membatasi semua wisatawan dan atau turis asing masuk ke Malaysia.

"Warga Malaysia yang telah kembali dari luar negeri harus menjalani pemeriksaan kesehatan dan menjalani karantina selama 14 hari," kata Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, seperti dikutip dari The Star, Senin (16/3/2020).

Tidak hanya itu, Muhyiddin juga menutup kegiatan-kegiatan di tempat umum seperti tempat ibadah, bisnis, olahraga, sosial dan budaya.

Namun, tempat-tempat yang menjual kebutuhan dasar tetap akan buka seperti supermarket, pasar, dan toko kelontong.

Adapun tempat-tempat ibadah seperti Masjid dan Surau sudah ditutup sejak Minggu (15/3/2020).

Ia mengatakan, hal tersebut termasuk ibadah sholat jumat.

Selain itu, sekolah negeri dan swasta, sekolah internasional, pusat tahfiz, hingga universitas juga ditutup.

Muhyiddin menambahkan, bangunan pemerintah dan swasta akan tutup tutup, kecuali bagi yang menyediakan layanan penting.

Lockdown Menekan Penerbangan

s
Malaysia Lihat Foto Sebuah Airbus A330-300 milik Malaysia Airlines.(Wikipedia)

Sementara itu, dilansir flight global, keputusan lockdown akan sangat menekan lima maskapai penerbangan Malaysia, seperti AirAsia yang mendominasi 40 persen dari total kursi penumpang bulan ini.

Selain AirAsia, ada juga Malaysia Airlines, Malindo Air, AirAsia X dan Firefly yang terkena dampaknya.

Hal ini mengingat AirAsia berfokus pada rute jarak pendek regional, maka dengan adanya lockdown dan larangan orang asing masuk akan menjadi tantangan sendiri.

s
Lihat Foto Ilustrasi(FREEPIK.com/STOCKSNAP)

Kompensasi Perjalanan Penerbangan

Menanggapi lockdown di negara Malaysia, maskapai penerbangan AirAsia menawarkan pilihan kompensasi bagi calon penumpang terdampak pembatasan perjalanan yang diterapkan berbagai negara.

Kompensasi termasuk adalah yang diakibatkan oleh pembatalan penerbangan, maupun sukarela ke destinasi tertentu karena situasi wabah corona.

Kompensasi pengubahan jadwal berlaku bagi penumpang yang memiliki tiket penerbangan internasional ke atau dari Malaysia, Singapura, dan Australia, serta negara lainnya.

Sementara itu, Malaysia Airlines juga menerapkan kebijakan akibat wabah corona untuk penundaan, refund, dan voucer penumpang.

"Apabila Anda telah memesan penerbangan menggunakan Malaysia Airlines, Anda berhak untuk menunda perjalanan, memohon pengembalian uang penuh, atau mendapatkan voucher perjalanan dari kami," seperti tertera dalam pernyataan di laman resmi Malaysia Airlines, Selasa (17/3/2020).

Malaysia Airlines mengimbau bagi penumpang yang ingin melakukan refund di laman resmi untuk menyiapkan tiket.

Sebab, penumpang harus memasukkan PNR/Booking Reference dan E-Ticket Number yang tertera pada tiket.

Sekda Jadi Ketua HUT ke-21 Aceh Singkil, Acara Diisi Kegiatan Ini

Seusai Bertandang Lawan PSM Makassar, Skuad Barito Putera Tes Kesehatan untuk Antisipasi Corona

Prajurit Kodim 0116/Nagan Raya Sosialisasi Cegah Virus Corona, Ini Pesan ke Masyarakat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Malaysia Lockdown, Turis Asing Tidak Bisa Masuk", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved