Mursalin Minta Pemkab Bantu Kembangkan Perajin Batu Aksesori

Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar, Mursa­lin SHI, meminta Pemkab setempat bantu mengem­bangkan perajin batu akse­sori untuk kesehatan

Mursalin Minta Pemkab Bantu Kembangkan Perajin Batu Aksesori
IST
Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar dari Partai PKS, Mursalin SHI, Kepala Diskop UKM dan Perdag Aceh Besar, Taufiq SH, Plt Kabid Koperasi UKM, Zahri SH dan perajin batu, Edi Darmawan, berkunjung ke lokasi perajin aksesori kesehatan di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

JANTHO - Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar, Mursa­lin SHI, meminta Pemkab setempat bantu mengem­bangkan perajin batu akse­sori untuk kesehatan di ka­bupaten itu. Permintaan ini ia sampaikan kepada Pem­kab melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perdag) Aceh Besar.

Politisi PKS ini menga­takan para perajin itu selama ini sudah ada di Aceh Besar. Mereka membuat aksesori untuk kesehatan dari batu alam black zet, neprit, batu solar berbentuk gelang dan cincin.

“Jadi keahlian mereka sangat perlu dikembangkan, selain melahirkan tenaga kerja yang akhirnya meningkatkan perekonomian mereka, batu aksesori yang mereka buat juga sangat ber­guna untuk kesehatan,” kata Mursalin, Selasa (17/3/2020).

Kepala Diskop UKM dan Perdag Aceh Besar, Taufiq SH didampingi Plt Kabid Koperasi UKM, Zahri SH, menga­takan pihaknya bekerja sama Dekranas Aceh Besar siap mengembangkan agar usaha mereka itu bisa berkembang.

“Kita akan membantu membina dan memasarkan batu aksesori kesehatan mereka, seperti di Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar,” kata Taufiq SH.

Sementara itu, perajin batu aksesori kesehatan di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Edi Darmawan, men­gatakan setiap hari mereka mampu memproduksi minimal sepuluh gelang. Bahan bahan bakunya dari batu so­lar, neprit, black zet dan jenis batu lainnya yang mereka beli dari Nagan Raya.

“Kami saat ini terkendala minimnya mesin karena tidak layak pakai lagi. Selain itu, pemasaran. Selama ini kami memproduksi aksesori kesehatan dari batu ini tergan­tung pemesanan. Harganya bervariasi mulai Rp 80 ribu/gelang hingga Rp 400 ribu/gelang. Usaha kami ini juga sekaligus untuk menampung tenaga kerja dari kalangan pemuda agar bisa mandiri dan memiliki skill,” kata Edi Darmawan. (dab/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved