Breaking News:

Virus Corona

FOTO-Foto Penanganan Pasien Suspect Corona di Italia, Perancis, dan Indonesia, Lihat Perbedaannya

pihak rumah sakit Adam Malik telah mengisolasi 10 orang PDP terduga COVID-19 dan tiga orang PDP telah dinyatakan negatif/sudah dipulangkan.

Editor: Zaenal
ANTARA FOTO/Septianda Perdana & AFP/Andreas Solaro
Kolase foto penanganan pasien suspect corona di Indonesia (kiri) dan Italia (kanan). 

Hingga 25% dari negara Italia diisolasi.

Sekolah, universitas ditutup, namun kantor-kantor, bar hingga restoran dan tempat tempat umum lainnya masih tetap buka.

Informasi tersebut diberitakan oleh media sebelum pemerintah memberitakannya.

Hal tersebut membuat 10.000 orang dari zona merah kabur kembali ke rumah mereka masing-masing.

Sebagian besar populasi di Italia masih melakukan aktivitas seperti biasa.

Mereka tidak menyadari betapa seriusnya situasi yang sedang mereka hadapi.

Di manapun mereka mengingatkan orang-orang untuk mencuci tangan dan mengurangi kegiatan di luar, sebagian besar akan menolak.

Bahkan setiap lima menit di televisi selalu mengingatkan tentang aturan ini, namun tetap saja tidak dihiraukan.

Angka kasus virus corona terus meningkat bahkan sudah mencapai angka yang sangat tinggi.

Sekolah dan universitas di seluruh Italia ditutup selama sebulan.

Situasi ini ditetapkan menjadi situasi darurat kesehatan nasional.

Rumah sakit penuh, bahkan seluruh unit dikosongkan untuk pasien virus corona.

Tenaga medis kurang hingga akhirnya memanggil kembali pensiunan untuk bekerja lagi.

Namun tetap tidak ada perubahan yang berarti, mereka telah bekerja sebisa mungkin.

Para dokter dan suster terinfeksi dan menularkannya kepada keluarga mereka.

Terlalu banyak kasus pneumonia, terlalu banyak orang yang membutuhkan ICU dan tidak cukup tempat untuk semua orang.

Sehingga para dokter harus memilih mana yang harus ditangani berdasarkan pada peluang hidup pasien.

Artinya, pasien stroke dan pasien lainnya tidak dapat ditangani lantaran pasien corona menjadi prioritas.

Tidak ada sumber daya yang cukup untuk semua orang sehingga mereka harus didistribusikan untuk hasil terbaik.

Penulis berharap situasi ini hanyalah ilusi, tapi itulah yang terjadi.

Orang-orang meninggal lantaran tak ada lagi tempat.

Seorang teman dokter bercerita, dirinya hancur lantaran membiarkan 3 orang meninggal hari itu.

Para perawat menangis melihat orang-orang meninggal dan tak bisa berbuat apapun.

Mereka tak bisa memberikan oksigen karena harus mengutamakan pasien prioritas.

Situasinya sangat kacau, virus corona dan krisis adalah hal yang mereka dengar di mana-mana.

Masih ingat dengan 10k orang yang kabur dari zona merah?

Setelah itu orang-orang masih pergi bekerja, berbelanja, pergi ke apotek dan bisnis pun juga masih buka.

Pada (9/3/2020) Italia mendeklarasikan untuk lockdown.

Tujuannya untuk mengurangi penyebaran virus.

Orang-orang mulai ketakutan, mereka mulai menggunakan masker dan sarung tangan.

Setelah itu semua bar, restoran dan shopping center tutup kecuali supermarket dan toko obat.

Mereka dapat bepergian bila mereka telah mendapat certification.

Certification itu berisi nama, asal dan tujuan untuk bepergian.

Sangat banyak polisi yang berjaga di banyak lokasi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved