Breaking News:

Opini

Pesan buat Para Khathib  

Salah satu media strategis untuk penyampaian dakwah Islam adalah melalui khutbah Jumat

Pesan buat Para Khathib   
IST
DR. MUNAWAR A. DJALIL, MA Pegiat Dakwah, Tinggal di Blang Beringin Gampong Cot Masjid, Banda Aceh

Dr. Munawar A. Djalil. MA

Pegiat Dakwah dan PNS Pemerintah Aceh, tinggal di Blang Beringin,

Cot Masjid, Banda Aceh

Salah satu media strategis untuk penyampaian dakwah Islam adalah melalui khutbah Jumat. Meskipun terkadang media ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Para khathib seringkali menyampaikan khutbah dengan materi yang tidak mengena dengan kebutuhan jamaah, kurang aktual dan terkesan membosankan.

Akibatnya, banyak para hadirin terkantuk-kantuk dan malah ada yang pulas tertidur. Keadaan ini seakan kita membenarkan sebuah anekdot yang menyebutkan, khutbah Jumat adalah obat yang cukup mujarab untuk orang yang terjangkit insomnia (penyakit susah tidur).

Di samping itu, para khathib juga tidak jarang menyampaikan khutbah dengan adab yang kurang sesuai dan dengan metode khutbah Jumat yang tidak simpatik. Misalnya, mereka berkhutbah dengan suara yang kasar dan menyinggung perasaan orang lain. Mungkin dianggapnya itu adalah cara yang penuh "hikmah" dan lebih cocok dengan karakter orang Aceh, khususnya yang konon suka berperilaku kasar.

                                                                                                                                   Metode khutbah

Merujuk kepada kitab Sirah Nabawiyah, hampir seluruhnya menjelaskan bahwa Nabi SAW dalam menyampaikan dakwah tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar yang bisa menyakiti orang lain. Beliau saat berkhutbah penuh dengan motivasi dan semangat dengan kata-kata Beliau yang terucap secara keras, jelas dan tegas seolah-olah Beliau sedang memimpin pasukan perang.

Sejatinya hal ini menjadi sandaran bagi setiap khathib, seandainya para khathib menggunakan cara penyampaian yang diteladankan Nabi ini, dengan materi yang aktual, hangat, dan dinamis, niscaya para hadirin akan bergairah dan penuh semangat, tidak lesu dan mengantuk seperti yang sering kita lihat.

Intinya adalah khathib dalam menyampaikan materi tidak hanya menyangkut perkara hukum dari normatif ajaran Islam saja, yang tak kalah penting adalah memperbincangkan isu/perkara aktual yakni keadaan atau peristiwa yang berkembang atau yang sedang terjadi di kalangan kaum muslimin dalam berbagai aspek dan dimensinya.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved