Breaking News:

Salam

Tahan Diri, Jangan ke Ruang Publik Dulu

HARIAN Serambi Indonesia kemarin memuat SeruanForum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh agar masyarakat tidak berkumpul

SERAMBINEWS/Dok Kodim 0104/Atim
Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 Kodim 0104/Aceh Timur melakukan sosialiasi kepada masyarakat tentang pencegahan virus corona, di desa target TMMD yaitu Dusun Leupon, Gampong Buket Kuta, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur. 

Tahan Diri, Jangan ke Ruang Publik Dulu

HARIAN Serambi Indonesia kemarin memuat SeruanForum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh agar masyarakat tidak berkumpul atau nongkrong lagi di warung kopi (warkop). Imbauan agar tak lagi nongkrong di warkop itu merupakan salah satu dari 14 butir Seruan Bersama Forkopimda Aceh untuk pencegahan penularan virus corona (Covid-19) di kalangan masyarakat Aceh akibat saling tular-menularkannya kelak di warung-warung kopi.

Meski agak terlambat, seruan Forkopimda Aceh ini kita apresiasi sebagai salah satu upaya pencegahan yang tepat agar virus corona tidak menelan korban di bumi Aceh. Menyebut secara spesifik warkop di dalam seruan tersebut rasanya sangatlah tepat dan strategis. Soalnya, di Aceh jumlah warkop, kafe, dan restoran lebih dari 7.500 unit.

Pascakonflik sejak 15 tahun lalu, warkop, kafe, dan restoranlah yang paling banyak dijadikan masyarakat Aceh sebagai tempat bertemu, berkumpul, dan berinteraksi. Meskipun wabah virus corona sudah merambah Indonesia bahkan Sumatra, hingga kemarin belum tampak tandatanda signifikan bahwa jamaah warkop berkurang. Bahkan PNS yang dilonggarkan jam kerjanya justru ramai-ramai nongkrong di warkop, seakan tak peduli dengan seruan ‘social distancing’.

Mereka mengabaikan imbauan pentingnya menjaga jarak dan tidak berada berlama-lama di ruang publik. Apakah itu warkop, kafe, restoran, swalayan, mal, salon, maupun pusat-pusat kebugaran. Sejauh ini memang belum ada penduduk Aceh yang positif corona. Namun, melihat semakin banyaknya jumlah warga Indonesia terutama di Pulau Jawa yang positif corona, kita yang berada di Aceh pantas khawatir dan cemas.

Apalagi di beberapa provinsi di Sumatera juga sudah ditemukan pasien positif corona. Dia Aceh sendiri pasien dalam pengawasan (PDP) terus bertambah. Kemaren jumlahnya mencapai 27 orang dan 3 orang masih dirawat. Adapun orang dalam pemantauan (ODP) kemaren jumlahnya mencapai 65 orang. Sehari sebelumnya jumlah OPD di Aceh hanya 45 orang. Sekali lagi kita bersyukur maaf belum ada warga Aceh yang positif corona.

Tapi hendaknya realitas tersebut jangan sampai membuat kita lalai. Seakan tak ada ancaman di sekitar kita, lalu berperilaku seperti biasa, yakni kongkow-kongkow diwarkop, kafe, mal, atau di ruang publik.  Ketahuilah bahwa kita tidak tahu bahwa kita sudah terinfeksi virus corona atau tidak karena memang belum pernah memeriksakan diri untuk dites corona.

Dalam suasana seperti itu bisa saja seseorang menjadi ‘carrier’ virus corona terhadap orang yang berada di sekitarnya, tanpa ia sadari. Orang yang terjangkit berikutnyabisa saja terinfeksi karena terkena percikan bersin, ludah, atau dahak dari pasien corona ataupun karena menyentuh benda tertentu bekas disentuh oleh orang yang positif corona.

Oleh karenanya, membatasi diri berada di ruang publik, di warkop, atau di pusat-pusat keramaian adalah tindakan yang tepat kita lakukan saat ini. Apalagi ajaran agama kita menyebutkan bahwa menghindari kerusakan lebih diutamakan daripada meraih kebaikan.

Marilah kita menlockdownkan diri sendiri dan keluarga kita di rumah paling tidak untuk 14 hari ke depan sebagai bentukpartisipasi kita untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus corona. Sekali lagi tetaplah berada di rumah saja supaya tidak menularkan dan ketularan virus corona.

Semua komponen di Aceh harus berikhtiar keras agar tidak ada yang terinfeksi virus corona. Jadi, hindarilah kerumunan,berdiam di rumah, hidup sehat, makanan bergizi, basuh tangan dengan sabun, perbanyak berwudhu, dan senantiasa berdoa agar terhindar dari segala marabahaya, termasuk wabah corona yang kini mencekam seisi dunia. Semoga kewaspadaan terhadap ancaman corona ini menjadi sebuah gerakan masyarakat di negeri iniagar nasalah Covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal dan bangsa kita berhasil keluar dari krisis yang sangat mencemaskan ini. Semoga.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved