Breaking News:

Bangunan Puskesmas di Baktiya Barat Telantar

Bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang dibangun pada tahun 2010 dengan dana miliaran rupiah di Desa Lhok Iboh

FOTO KIRIMAN JUFRI SULAIMAN
Bangunan Puskesmas di Desa Lhok Iboh, Kecamatan Baktiya Barat yang telantar. Foto direkam Jumat (20/3/2020). 

LHOKSUKON – Bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang dibangun pada tahun 2010 dengan dana miliaran rupiah di Desa Lhok Iboh, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara hingga kini belum difungsikan. Sehingga, plafon rusak, kaca pecah, dan lingkungan sudah dipenuhi semak belukar.

Hal itu diketahui ketika anggota Komisi III DPRK Aceh Utara mengunjungi Puskesmas itu, guna menindak lanjuti laporan masyarakat terhadap asset daerah yang terbengkalai. Sebelumnya, warga di kawasan itu sudah melaporkan persoalan tersebut kepada Pemkab Aceh Utara terkait belum difungsikan bangunan Puskesmas setelah rampung.

“Informasi yang kami dapat dari staf senior Puskesmas Baktiya Barat, sebelum ruang rawat inap tersebut dibangun sempat terjadi tolak-tarik menyangkut dengan lokasi pembangunan,” ungkap Sekretaris Komisi III DPRK Aceh Utara, Jufri Sulaiman kepada Serambi, Ahad (22/3).

Disebutkan, tokoh masyarakat dan pihak Puskesmas awalnya mengusulkan ruang rawat inap dibangun di samping Puskesmas induk. Namun, karena harga tanah di lokasi Puskesmas induk Rp 350 ribu/meter, dianggap terlalu mahal. “Kemudian dibebaskan tanah di lokasi sekarang yang berjarak kurang lebih 3 kilometer dari Puskesmas induk,” ujar Jufri.

Menurut Sekretaris Komisi III, Puskesmas itu menjadi salah satu contoh perencanaan yang tidak matang, dan tak sesuai dengan kebutuhan. Seharusnya berpikir bagaimana mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Namun ini malah dibangun di lokasi yang jauh dari lingkungan masyarakat,” pungkas Jufri didampingi anggota dewan lainnya.

Sementara Fadli Wahab, warga Desa Lhok Iboh kepada Serambi menyebutkan, karena sudah tak difungsikan bangunan itu menjadi lokasi mesum. Bahkan, ada pasangan nonmuhrim pernah ditangkap warga. “Ketika saya masih menjabat keuchik, kami melalui rapat forum keuchik sudah pernah meminta agar puskesmas itu difungsikan, tapi entah bagaimana sampai saat ini belum juga difungsikan,” katanya.

Akibatnya, pagar bangunan puskesmas tersebut sudah rusak. Begitu juga dengan bangunan dalam Puskesmas. Kecuali sudah ditumbuhi semak belukar.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin kepada Serambi kemarin, menyebutkan, pihaknya sudah mendapat informasi adanya bangunan puskesmas telantar dari media. Karena itu, pihaknya sedang mempelajari penyebab telantar bangunan itu, termasuk sumber anggaran.

“Saya baru dua bulan menjabat. Karena itu, butuh waktu untuk mengumpulkan informasi dari orang sebelumnya untuk mengetahui kapan rampung dan apa sebab belum ditempati. Yang pasti kita akan mencari solusi terhadap persoalan itu. Saya belum bisa jelaskan secara rinci dulu,” pungkas Amir.(jaf)   

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved