Jurnalisme Warga

Melawan Virus Corona dari Rumah

Presiden Jokowi menganjurkan agar warga beraktivitas di rumah saja dan seruan ini diikuti oleh beberapa kepala daerah di Indonesia, termasuk di Aceh

Melawan Virus Corona dari Rumah
IST
SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris dan Founder Warung Penulis, melaporkan dari Aceh Besar

OLEH SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris dan Founder Warung Penulis, melaporkan dari Aceh Besar

Akhir-akhir ini kita disuguhi banyak berita tentang corona. Ini bukan hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga dunia. Hampir semua negara sibuk menanggulangi wabah mengerikan ini.  Presiden Jokowi menganjurkan agar warga beraktivitas di rumah saja dan seruan ini diikuti oleh beberapa kepala daerah di Indonesia, termasuk di Aceh.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh pun resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/ 4989 tentang Penghentian Aktivitas Sekolah Selama 14 Hari. Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi diliburkan selama 14 hari kerja. Tujuannya adalah untuk mengurangi tersebarnya wabah Covid-19. Praktik social distancing  atau menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus corona terus digencarkan oleh pemerintah agar dicontoh rakyat.

Di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, pun sudah tersedia thermo scanner  dan hand sanitizer. Beberapa hari lalu ketika saya pergi ke sebuah salon di Banda Aceh untuk potong rambut, sebelum masuk ke ruangan, petugasnya memberikan cairan pencuci tangan untuk mensterilkan tangan saya.

Di kampus kami, UIN Ar-Raniry, pun Rektor Prof Dr Warul Walidin AK pada tanggal 13 Maret     2020 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 380/Un.08/R/Kp/07.6/03/2020 tentang Pelaksanaan Perkuliahan di Rumah.

Surat edaran rektor tersebut merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 069-08/2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Kementerian Agama dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor  B-574I/DJ.I/AM.01/03/2020 tentang Kesiapsiagaan dalam Upaya Pencegahan Penyakit Pneunomia di Lingkungan Madrasah, Pondok Pesantren, dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

Dalam surat edaran yang ditujukan kepada segenap civitas akademika UIN Ar-Raniry itu disebutkan bahwa perkuliahan tidak dilakukan secara tatap muka sejak 16 Maret sampai dengan 31 Maret 2020.

Para dekan dan Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry diminta rektor berkoordinasi dengan para ketua program studi (prodi) dan dosen untuk melaksanakan perkuliahan di rumah melalui media daring (online) atau media lainnya.

Kepada para dosen diserukan agar melaksanakan perkuliahan dan penugasan lainnya di rumah masing-masing secara daring denagn memperhatikan aspek dokumentasi sebagai bukti bahwa perkuliahan sudah dilaksanakan.

Para mahasiswa juga diimbau agar tidak melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, sedangkan mahasiswa yang tinggal di Ma’had UIN Ar-Raniry agar tetap berada di asrama dan mengikuti kuliah secara daring atau media lainnya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved