Breaking News:

Salam

Saling Bantu agar Semua Terhindar dari Corona

SEBAGAIMANA diberitakan Harian Serambi Indonesiadalam dua hari terakhir, virus corona di Indonesia makin menyebar ehingga menyebabkan

www.serambitv.com
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Pemkab Aceh Singkil, mulai melakukan pemeriksaan kesehatan wisatawan asing. 

SEBAGAIMANA diberitakan Harian Serambi Indonesiadalam dua hari terakhir, virus corona di Indonesia makin menyebar  ehingga menyebabkan angka kesakitan dan kematian terus bertambah. Berdasarkan update data per 22 Maret kemarin, jumlah orang yang positif corona di Indonesia tercatat 514 kasus.

Sebanyak 48 orang di antaranya meninggal dan hanya 29 orang yang dinyatakan sembuh. Sejauh ini di Aceh memang belum ada pasien yang positif corona. Akan tetapi jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) semakin bertambah banyak. Di sisi lain seruan presiden, gubernur, bupati, dan wali kota tentang pentingnya ‘social distancing’ banyak pihak yang mengabaikan. Terutama pemilik warung kopi, kafe, dan restoran yang tetap buka seperti biasa dan pengunjung pun tetap ramai.

Pemandangan seperti ini terlihat di hampir sepanjang jalan Banda Aceh dan Aceh Besar. Pemandangan yang kurang lebih sama juga terlihat di Lhokseumawe, Langsa Meulaboh, dan beberapa kota lainnya di Aceh. Realitas ini tentu saja mengkhawatirkan, karena semakin banyak orang yang bandel terhadap seruan ‘social distancing’, maka potensi merebaknya wabah corona di Aceh semakin besar.

Hal seperti inilah yang sebelumnya terjadi di Italia. Kaum mudanya yang bandel tak mengindahkan seruan ‘social distancing’, bahkan lari ketika kotanya hendak di-lockdown,sehingga akhirnya sangat banyak warga yang terinfeksi virus corona dan sebagian besar ‘carrier’nya adalah para pemuda yang bandel itu.

Belajar dari pengalaman pahit rakyat Italia tersebut,mestinya semua kita di Aceh harus memiliki kepedulian  yang sungguh-sungguh untuk mengindahkan ‘social distancing’ sehingga kita tidak ketularan atau menulari orang lain. Kita bantu orang lain sambil membantu diri kita dan demikian pula sebaliknya.

Mari kita putuskan mata rantai penularan corona dengan‘stay at home’ atau berdiam di rumah, belajar dan bekerja  di rumah untuk masa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yakni 14 hari. Mari kita jadikan momentum 14 hari tersebut sebagai hari-hari yang membahagiakan karena kita berkumpul sepanjang hari dengan keluarga dan tetap produktif.

Mari pula kita isi hari-hari tersebut untuk meningkatkan kadar solidaritas kita dengan cara membantu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di lingkungan kita.

Kita tahu di mana-mana pada masa krisis ini pihak rumah sakit banyak yang mengeluhkan minimnya alat pelindung diri dan keperluan medis lainnya di rumah-sakit rumah sakit terkait penanganan Covid-19. Di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin Banda Aceh, misalnya sejumlah mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mengeluh di Instagram mereka terpaksatidak memakai masker saat bertugas karena minimnya  persediaan masker di rumah sakit pendidikan tersebut. Nah, ini kesempatan kita membantu paramedis tetap aman dan nyaman dalam bertugas.

Caranya barangkali adalah dengan menggalang donasi masker juga hand sanitizer untuk disumbangkan kepada tenaga medis yang sangat diperlukan perlengkapan tersebut. Kita juga bisa berbuat baik membantu kebersihan di masjid atau di tempat umum lainnya. Misal dengan menyumbangkan tenaga kita untuk membersihkan masjid melipat ambal atau karpet serta melakukan penyemprotan disinfektan di dalam dan di pekarangan masjid. Akan sangat terpuji pula jika di halaman rumah kita yang kebetulan melintas banyak orang kita sediakan sabun, air bersih untuk cuci tangan, serta hand sanitizer yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh orang yang berlalu lalang.

Pendeknya, mari kita tunjukkan solidaritas, simpati, dan empatikita kepada pihak yang berada di garda terdepan salam mengantisipasi dan menangani penyebaran virus korona ini. Bersama kita bisa akan lebih kuat dalam mengadang apa pun. Dan jika kita benar-benar mencintai kemanusiaan dan negeri ini, sekaranglah saatnya menyuguhkan bukti. Ciri cinta sejati itu adalah berani berbagi, berani menolong sesama.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved