Jurnalisme Warga

Keunikan Batee yang Tidak Banyak Diketahui

Kali ini, saya ajak teman-teman untuk menyimak reportase saya tentang salah satu tanah surga di Aceh, yakni sebuah perkampungan di pelosok Pidie

Keunikan Batee yang Tidak Banyak Diketahui
IST
IDA FITRI HANDAYANI, Guru SMA 4 Banda Aceh dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe), melaporkan dari Banda Aceh

OLEH IDA FITRI HANDAYANI, Guru SMA 4 Banda Aceh dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe), melaporkan dari Banda Aceh

Indonesia adalah negeri yang beruntung. Tanahnya subur dan kekayaan alamnya melimpah. Bahkan dalam sebuah lagu dinukilkan bahwa Indonesia itu "Tanah Surga". Kali ini, saya ajak teman-teman untuk menyimak reportase saya tentang salah satu tanah surga di Aceh, yakni sebuah perkampungan di pelosok Pidie. Kampung kelahiran saya, yaitu Batee.

Batee merupakan salah satu kecamatan yang ada di Pidie yang saat ini dipimpin oleh Camat Drs Saiful Ifwan Mustafa MM. Nama Batee sampai hari ini masih menyisakan tanda tanya kenapa seperti itu, karena kita tahu batee dalam bahasa Indonesia berarti batu. Nah, apakah dulu di sana banyak batu? Wallahu ’alam.

Meninggalkan rasa penasaran itu, saya ingin perlihatkan kepada pembaca sekalian bahwa di Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, banyak hal yang menarik untuk diketahui dan tentunya menarik untuk dikunjungi.

Puncak Kulee

Di Batee ada sebuah tempat yang sangat indah. Dari tempat ini kita bisa menyaksikan hamparan pemandangan alam yang membentang luas dan indah, namanya Cot Weng atau Puncak Kulee. Tempat wisata yang satu ini menawarkan pemandangan yang memukau dan memanjakan mata.

Dari ketinggian Puncak Kulee, tampak air laut kebiruan berpadu dengan pemandangan alam sekitar yang membuat takjub. Saat cuaca cerah, dari tempat ini kita bisa saksikan langit biru berhiaskan awan putih yang membuat siapa saja terpesona.

Selain menyejukkan mata dan menenangkan jiwa, jika kita berkunjung ke sini pada pagi hari kita dapat rasakan suasana puncak yang sangat sejuk. Pohon-pohon tumbuh rindang dengan khas hijau daun. Puncak idaman tiap orang itu berada tak jauh dari permukiman warga. Lokasi tersebut selalu ramai oleh pengunjung pada sore hari.

Banyak muda-mudi menghabiskan waktu sore menjelang magrib di sini. Tujuannya untuk menikmati matahari terbenam (sunset) dari arah bukit atau berusaha mendapatkan hasil foto dengan ‘view’ berbeda. Di sekitar ini juga banyak penjual yang biasa menyuguhkan minuman dan makanan segar.

Laut Kulee

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved