Breaking News:

Sikapi Penyebaran Virus Corona, Afrika Selatan Umumkan Lockdown Selama 21 Hari

Pemerintah Afrika Selatan mengumumkan kebijakan lockdown di negaranya merespon situasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Editor: Faisal Zamzami
South China Morning Post
Ilustrasi - Jumlah kasus virus Corona yang diketahui melonjak , 259 orang telah meninggal dan 11.791 orang telah terinfeksi di China oleh virus corona baru. (South China Morning Post) 

SERAMBINEWS.COM, JOHANNESBURG – Pemerintah Afrika Selatan mengumumkan kebijakan lockdown di negaranya merespon situasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Kebijakan tersebut efektif berlaku mulai 26 Maret 2020 pukul 00.00 waktu setempat.

Kebijakan ini akan berlaku selama 21 hari.

Hal tersebut disampaikan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, Senin (23/3/2020) dikutip dari media The SouthAfrican.com.

"Apa yang dihadapi adalah solidaritas sosial dalam aksi yang menentukan bangsa kita," ujarnya dalam konferensi pers.

"Keberhasilan kami bergantung pada upaya dan energi setiap warga negara, serta komitmen mereka untuk membantu dan membantu orang lain," lanjut Ramaphosa.

Kasus Covid-19 di Afrika Selatan per Selasa (24/3/2020) telah mencapai 554 kasus

Pemerintah Afrika Selatan akan mengerahkan sejumlah tentara untuk membantu polisi selama penghentian akses masuk ini berlangsung.

Kementerian luar negeri Indonesia (Kemlu RI) lewat aplikasi Safe Travel telah memberlakukan status merah atau larangan berpergian ke Afrika Selatan, merespon kebijakan tersebut.

Pemerintah Indonesia mengimbau bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Afrika Selatan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi yang diberikan perwakilan RI maupun pemerintah setempat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved