Berita Pidie Jaya

Begini Gambaran Beberapa Barang Kebutuhan Pokok di Pijay

Jika dijual secara eceran, paling tidak Rp 22.000/kg Sementara harga normalnya Rp 17.000-Rp 18.000/kg..

Begini Gambaran Beberapa Barang Kebutuhan Pokok di Pijay
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Apa Is, salah seorang pedagang grosir beberapa jenis barang kebutuhan sehari-hari di Meureudu, Pidie Jaya, melayani pembeli, Rabu (25/3/2020). 

Jika dijual secara eceran, paling tidak Rp 22.000/kg Sementara harga normalnya Rp 17.000-Rp 18.000/kg..

Laporan Abdullah Gani   |  Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM.MEUREUDU-Diduga akibat merebaknya Virus Corona, sehingga pasokan beberapa jenis barang kebutuhan pokok masyarakat di Pidie Jaya kini melonjak.

Malah dalam dua hari terakhir persediaan gula pasir menipis bahkan ada toko atau kios pengecer yang sama sekali barang yang satu ini kosong.

Alasannya, pedagang tak sanggup beli karena harganya mencapai Rp 1.000.000 persak (isi 50 kg).Atau dengan kata lain modalnya saja Rp 2.000/kg.

Jika dijual secara eceran, paling tidak Rp 22.000/kg Sementara harga normalnya Rp 17.000-Rp 18.000/kg..

Korban Kebakaran Pulo Ara Masih Mengungsi, Ini Harapan Keuchik

Polres Bireuen Sediakan Ruang Sterilisasi, Ini Tujuannya

Dampak Virus Corona, Warga Aceh Selatan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Kalau pun ada yang menjual persediaannya terbatas dan harganya Rp 22.000-Rp 23.000 per-kilogram. 

Demikian hasil pantauan Serambinews,com dengan sejumlah pedagang di Meureudu, Meurahdua, Ulim dn Bandardua secara terpoisah, Rabu (25/3/2020).

Seperti pengakuan salah seorang pedagang pengecer di Keude Meureudu. Katanya, dalam dua hari terakhir harga gula pasir Rp 22.000/kg atau naik rata-rata Rp 4.000/kg.

Beberapa pedagang lainnya mengaku, sejak dua hari belakangan persediaan gula pasir kosong. Ia tak membeli lagi dari pedagang grosir karena

APa Is, salah seorang pedagang grosir di Meureudu yang dikonfirrmasi Serambinews,com membenarkan harga gula pasir naik. Alasannya, karena pasokan dari Medan-Sumut sudah terhenti.

Gula pasir yang sebelumnya dijual Rp 700.000-Rp 750.000 persak (isi 50 kg), kini terpaksa dijual Rp 1.000.000/sak. Usaha dagang ini juga melayani secara eceran dan harganya Rp 22.000/kg.

Kecuali hanya minyak makan jenis Malinds yang masih stabil (Rp 11.000/kg), sementara beberapa jenis barang lainnya melonjak. Kacang tanah dari sebelumnya Rp 18.000/kg, sekarang jadi Rp 24.000-Rp 25.000/kg.

Bgitu pula kacang hijau dari Rp 17.500/kg menjadi Rp 21.000/kg.Kurma dari Rp 185.000 per-10 kg, saat ini ia harus menjual Rp 205.000.

Ditanya bagaimana dengan pasokan lanjutan, UD Apa Is mengatakan, untuk sementara sudah di stop. "Ksihan rakyat jika kebutuhan beberapa jenis barang diamksud kosong di pasaran," timpal Ap Is.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved