Breaking News:

Corona di Aceh

Masjid Al-Jihad Jeulingke Banda Aceh Tiadakan Shalat Jumat Besok, Lafaz Azan Akan Berganti

Shalat Isya tadi menjadi penutup sementara aktivitas di masjid yang berada di permukiman warga di belakang Kompleks Keistimewaan Aceh ini....

Penulis: Hari Teguh Patria | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HARI TEGUH PATRIA
Masjid Al-Jihad, Jeulingke, Banda Aceh. 

"Muazin akan meyelipkan lafaz Sholluu fii buyutikum yang artinya shalatlah di rumah kalian," ujarnya.

Penelusuran Serambinews.com, beberapa masjid di jazirah Arab dan negara-negara mayoritas muslim lainnya juga telah menghentikan sementara aktivitas di masjid. 

Lafaz azan juga diganti untuk sementara.

Khususnya pada kalimat “hayya alashsholah” yang berarti "mari kita shalat" diganti dengan kalimat, “ashsholatu fii buyutikum”. Artinya, shalat lah di rumahmu.

Gara-gara Corona, Muazin di Kuwait Menangis Saat Azan Salatlah di Rumah Kalian, Masjid Ditutup

Sementara itu, Ketua Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) Al Jihad Drs M Nasir Ibrahim kepada Serambinews.com mengatakan, pihak pengurus masjid mengambil langkah penghentian sementara merujuk kepada Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 dan menyahuti Surat Edaran Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT yang meminta agar tidak ada pengumpulan massa dalam jumlah banyak.

"Kita menyahuti dan melaksanakan fatwa MUI dan surat edaran tersebut demi kemaslahatan kita bersama. Kita berharap akan dijauhkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dari wabah penyakit ini," ujar Nasir.

Masjid Al Jihad berada di Dusun Jeulingke Indah, Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh.

Masjid ini tidak hanya digunakan untuk shalat jamaah lima waktu, tetapi juga dilakukan pengajian bagi warga dan anak-anak di sekitar kompleks.

Sementara itu, Pemerintah Aceh telah meningkatkan status untuk penanganan wabah virus corona, dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat Skala Provinsi.

“Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menetapkan status tanggap darurat skala provinsi untuk penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19),” tulis Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto dalam siaran pers kepada Serambinews.com, Kamis (26/3).

Disebutkan, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 360/969/2020 yang ditetapkan di Banda Aceh pada 20 Maret 2020 atau 25 Rajab 1441, penetapan Status Tanggap Darurat Skala Provinsi Covid-19 di Aceh akan berlangsung selama 71 hari, sejak 20 Maret 2020 sampai 29 Mei 2020. “Status tersebut dapat diperpendek atau diperpanjang sesuai dengan pelaksanaan penanganan darurat bencana nonalam,” tulis Iswanto.

MPU belum memutuskan

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang dikonfirmasi Serambinews.com, mengatakan MPU Aceh belum mengeluarkan maklumat terkait pelaksanaan shalat Jumat pada masa darurat COVID-19.

“Kita akan melihat kondisi pelaksanaan Shalat Jumat besok (hari ini-red),” kata Tgk Faisal Ali.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved