Tenaga Medis Protes RSUD Nagan Jadi Rujukan  

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya ditunjuk oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh

Tenaga Medis Protes RSUD Nagan Jadi Rujukan   
SERAMBINEWS/RIZWAN
Direktur RSUD SIM Nagan Raya drg Doni Asrin. 

SUKA MAKMUE - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya ditunjuk oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh menjadi satu dari 11 rumah sakit rujukan penanganan pasien virus Corona (Covid-19) di Aceh. Namun, kalangan dokter dan petugas medis di rumah sakit itu memprotes keputusan tersebut ke Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham.

Mendapat protes tersebut, Bupati M Jamin, pada Selasa (24/3/2020) siang, menggelar pertemuan di Sekretariat Gugus Penanganan Covid-19, Kantor PSC Suka Makmue. Rapat membicarakan protes tenaga medis itu turut dihadiri Dandim Letkol Inf Guruh Tyahyono dan Kapolres AKBP Risno, Kadis Kesehatan, Siti Zaidari, Direktur RSUD SIM, drg Doni Asrin, dan Kepala Gugus Tugas yang juga Kepala BPBD Nagan, Mistar, kepala dinas terkait, dan dokter spesialis dari RSUD SIM. Seusai rapat, Bupati menyatakan segera menyampaikan keberatan tenaga medis RSUD tersebut kepada Plt Gubernur Aceh.

Direktur RSUD SIM, drg Doni Asrin, yang ditanyai kemarin, mengakui kalangan dokter dan tenaga medis memprotes kebijakan tersebut karena RS itu masih minim fasilitas dan belum ada dokter spesialis paru. Sehingga nantinya dikhawatirkan akan terkendala bila merawat pasien yang terbait dengan virus Corona. “Informasi lebih lanjut coba tanya ke Gugus Tugas,” saran Doni.

Kepala BPBD Nagan Raya selaku Gugus Tugas, Mistar, ditanyai terpisah mengaku, tenaga medis belum siap RSUD SIM ditunjuk sebagai RS rujukan Covid-19 karena jumlah mereka terbatas dan rumah sakit itu berada di pusat ibu kota Nagan Raya. “Harapan kalangan dokter  tersebut akan kita sampaikan ke Pemerintah Aceh,” kata Mistar.

Dalam pertemuan itu, menurutnya, juga dibahas sejumlah harapan agar jangkitan Covid-19 tidak sampai ke Aceh apalagi meluas hingga ke kabupaten/kota. Sebab, tambahnya, rumah sakit di daerah khususnya RSUD SIM masih sangat terbatas peralatan dan petugas medis. “Harapan lain yang berkembang dalam pertemuan itu agar warga dari luar Nagan Raya jangan dirujuk ke Nagan Raya dan bagaimana bila ada pasien dari Nagan. “Pak Bupati akan sampaikan harapan dokter ke Plt Gubernur Aceh,” katanya.

RS rujukan

Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, menunjuk 11 RSUD sebagai rumah sakit rujukan penanganan penyakit virus corona (Covid-19) di Aceh. Penunjukan itu tertuang dalam  Keputusan Gubernur Aceh Nomor 440/972/2020 tanggal 23 Maret 2020 tersebut turut ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan RI, Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid 19, Ketua DPRA, bupati/wali kota se-Aceh, dan Direktur RSUZA Banda Aceh.

Ke 11 rumah sakit itu adalah RSUD Meuraxa (Banda Aceh), RSUD Tgk Chik Ditiro Pidie, RSUD dr Fauziah Bireuen, RSUD Langsa, RSUD Detu Beru Aceh Tengah, RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya, RSUD Teungku Peukan Abdya, RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur, RSUD Ali Kasim Gayo Lues, RSUD H Salahuddin Aceh Tenggara, dan RSUD dr Yuliddin Away Aceh Selatan. 

Dalm surat tersebut antara lain disebutkan, rumah sakit rujukan bertugas mendata dugaan kasus yang perpotensi kejadian luar biasa penyakit Covid-19, memberi pelayanan rujukan pasien dan rujukan spesimen yang berkualitas sesuai standar, serta meningkatkan kapasitas sumber saya manusia yang diperlukan dalam pelaksanaan dugaan kasus yang berpotensi kejaduan luar biasa Covid-19.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, dikonfirmasi Serambi melalui pesan whatsApp (WA), Rabu (25/3/2020). Seperti diketahui, saat ini di Aceh baru ada rumah sakit rujukan penanganan virus Corona yaitu RSUZA Banda Aceh dan RSUD Cut Meutia Aceh Utara. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved