Pemerintah Harus Pastikan Sembako Aman
Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky meminta eksekutif Aceh untuk melakukan sidak pasar guna memastikan ketersediaan stok
BANDA ACEH - Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky meminta eksekutif Aceh untuk melakukan sidak pasar guna memastikan ketersediaan stok sembako (sembilan kebutuhan pokok) di Aceh selama masa penanganan wabah virus corona.
Sidak pasar juga dinilai penting untuk mencegah terjadinya permainan harga di kalangan pedagang dan pengusaha. “Selain itu juga untuk mencegah kelangkaan barang serta penimbunan selama masa paceklik seperti sekarang. Eksekutif harus memberikan rasa aman bagi warga. Warga bisa mematuhi aturan pemerintah dengan berada di rumah masing-masing. Di sisi lain, stok logistik juga bisa didapatkan dengan mudah dan terjangkau,” kata Iskandar.
Pasalnya, kata Iskandar, hasil temuannya di lapangan, ada sejumlah barang yang mulai langka serta dijual dengan harga yang tinggi. "Contohnya harga gula di lapangan yang mahal dan langka. Ini harus segera dicarikan solusinya,” kata mantan aktivis ini.
“Jangan sampai kita menghadapi wabah Corona sekaligus kelaparan bagi warga di kampung-kampung. Ini harus segera disikapi dengan arif dan bijaksana,” kata Iskandar.
Di sisi lain, kata Iskandar, Plt gubernur, bupati, dan wali kota di Aceh juga harus memberi solusi atas keluhan warga yang berprofesi sebagai pekerja lepas, yang mengalami dampak ekonomi pasca diterbitkannya SOP penanganan corona di Provinsi Aceh.
“Jangan sampai mereka melalui masa sulit seperti ini sendiri. Harus ada solusi untuk pekerja lepas. Mereka yang hidup dari hasil pendapatan sehari-hari. Ini sangat zalim jika tidak ditanggapi dengan serius,” ujar Iskandar.
Iskandar berharap semua elemen di Aceh dapat bersatu untuk masa-masa seperti sekarang ini. “Ini pasti berlalu. Kita hanya perlu berkerja sama untuk memastikan keselamatan bersama. Aman dari corona sekaligus mampu melewati krisis ekonomi,” katanya lagi.
Sementara itu, anggota DPRA M Rizal Falevi Kirani meminta Pemerintah Aceh bergerak cepat dalam menanggulangi wabah virus corona seiring ditemukan satu warga yang positif terjangkit virus tersebut dan kini sudah meninggal.
"Pemerintah harus bergerak lebih cepat untuk meminimalisir potensi penularan yang lebih luas. Tahap awal kita berharap masyarakat yang merasa diri pernah kontak dengan korban agar melapor secara suka rela untuk dikarantina," katanya kepada Serambi, Kamis (26/3/2020).
Apabila dalam kasus ini masyarakat cenderung takut melapor sehingga menutup informasi sebenarnya, lanjut Falevi, maka pemerintah harus bergerak cepat membentuk tim khusus guna mendata dan mengindentikasi secara cepat, tepat, dan akurat orang-orang yang potensial tertular virus.
Bila memungkinkan, kata Falevi, pemerintah perlu memberikan insentif bagi warga yang mau melapor dengan sukarela bahwa dirinya pernah kontak dengan orang yang suspek atau positif virus corona, sehingga penyebaran virus bisa dihentikan.
Politisi PNA ini kembali mengingatkan Pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah tegas dengan melibatkan berbagai stakeholder untuk memutuskan mata rantai wabah virus corona.
"Bapak Plt Gubernur Aceh harus tegas dalam hal ini. Ayo tinggalkan karut-marut politik. Mari kita satu bahasa dengan melibatkan semua stakeholder di berbagai level untuk menyelamatkan rakyat Aceh," ungkapnya. (mas/sak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/iskandar-usman-bicara-soal-nelayan-aceh-ditahan.jpg)