Update Corona di Aceh Utara

Keude Krueng Geukueh Tiadakan Hari Pekan dan Larang Pesta Perkawinan

Gampong Keude Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara mengeluarkan maklumat bersama tentang antisipasi dan pencegahan penyebaran Coronavirus

Foto Dok Pribadi
Keuchik Keude Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara Aceh Utara Ardi Ilyas. 

Laporan Jafarudin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Aparatur Gampong Keude Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara mengeluarkan maklumat bersama tentang antisipasi dan pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Maklumat bersama tersebut disetujui Keuchik Ardi Ilyas, Imam Desa Tgk Hermadi Ilyas dan Ketua Tuha Peut Zulfikri M Yasin.

“Dalam rangka mengantisipasi dan mencegah penyebaran covid-19 di Gampong Keude Krueng Geukueh, kami minta kepada masyarakat untuk mematuhi dan melaksanakan hal-hal yang disebutkan dalam maklumat tersebut,” ujar Keuchik Keude Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara Ardi Ilyas kepada Serambinews.com, Sabtu (28/3/2020).

Motivator Ary Ginanjar Sebut Covid-19 Banyak Menyerang Orang yang Ketakutan, Ini Alasannya

Isi maklumat tersebut antara lain, segala bentuk keramaian yang berpotensi membuat kumpulan orang banyak, seperti hari peukan pada Minggu, pesta perkawinan, pesta sunat rasul, dan kenduri seunujoh, dilarang dilaksanakan untuk sementara waktu.

Selain itu, tahlilan tetap dilaksanakan sebagaimana biasanya, tapi kepada pemilk rumah yang ditimpa musibah dilarang menerima jemaah tahlilan dari luar Gampong Keude Krueng Geukueh.

Untuk shalat jamaah di meunasah dan pengajian gampong tetap dilaksanakan sebagaimana biasa.

Perbankan diminta melaksanakan praktek pelayanan kesehatan, atau pihak yang melaksanakan jasa lainnya yang menyebabkan berkumpulnya orang banyak,

untuk mengatur jarak antar masyarakat (social distancing) dan menyediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun/anti septik.

Update Kasus Corona 28 Maret Data Per Provinsi: Total 1.155 Positif, Sulsel Terbanyak di Luar Jawa

Pedagang dilarang keras untuk menimbun dan menaikkan harga barang, terutama harga barang kebutuhan pokok.

Untuk masyarakat diminta tetap berada di dalam rumah, tidak pergi ke luar rumah kecuali untuk hal-hal yang mendesak dan penting.

Jika ada masyarakat yang mengalami gejala batuk, kerongkongan kering dan sesak nafas, agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas.

Sedangkan untuk masyarakat yang baru pulang dari luar daerah, agar memeriksakan diri ke puskesmas dan mengisolasikan diri di rumah selama 14 hari.

“Kita harapkan warga selalu berdoa, semoga Allah SWT melindungi dan menyelamatkan kita dari bahaya covid-19,” ujar Keuchik Keude Krueng Geukueh Ardi Ilyas. 

Maklumat Bersama ini berlaku mulai 29 Maret 2020 sampai ada pemberitahuan selanjutnya.(*)

Masyarakat Diminta Tak Mudik saat Pandemi Corona, Kemenhub Kaji Sanksi bagi Warga yang Nekat

Penulis: Jafaruddin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved