Nuria Fadilah Bersyukur Terpilih jadi Miss Polo Aceh

YAYASAN Putera-Puteri Aceh, menetapkan Nuria Fadilah (23) asal Paloh Batee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, sebagai Miss Polo Aceh 2020

SERAMBINEWS/SAIFUL BAHRI
Miss Polo Aceh 2020, Nuria Fadilah 

YAYASAN Putera-Puteri Aceh, menetapkan Nuria Fadilah (23) asal Paloh Batee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, sebagai Miss Polo Aceh 2020. Dengan demikian, Duta Wisata Kota Lhokseumawe tahun 2019 ini berhak mengikuti ajang yang sama di tingkat nasional.

CEO Yayasan Putera-Puteri Aceh, Rahmad, menjelaskan, penghargaan Miss Polo kepada Nuria diberikan tidak melalui proses audisi sebagaimana biasanya, melainkan melalui musyawarah di tingkat pengurus.

Hal itu terpaksa dilakukan karena kondisi di Aceh yang memang tidak memungkinkan mengingat saat ini sedang menghadapi wabah pandemi virus Covid-19 atau Corona.

“Karena itu kita melakukan musyawarah di tingkat pengurus untuk mencari kandidat yang memenuhi kriteria,” katanya kepada Serambi, Minggu (29/3/2020).

Pemilihan Miss Polo ini lanjut dia, berawal dari kepercayaan yang diberikan oleh Yayasan Insan Mandiri Pertiwi agar pihaknya mengirimkan perwakilan Aceh pada ajang pemilihan Miss Polo Indonesia 2020. Ajang Miss Polo ini dijelaskannya bergerak di bidang pendidikan dan kemanusian.

“Awalnya sempat kita wacanakan audisi, tetapi dengan kondesi pandemi Covid-19 seperti ini, maka kita ganti dengan musyawarah,” jelas Rahmad.

Dari hasil musyawarah, awalnya muncul empat kandidat. Tetapi setelah dipaparkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kandidat, pengurus lantas memutuskan memilih Nuria Fadilah Sebagai Miss Polo Indonesia Aceh 2020.

Jika tidak ada perubahan jadwal, Nuria yang juga berstatus mahasiswi IAIN Lhokseumawe Jurusan Hukum Ekonomi Syariah ini akan mengikuti Miss Polo Indonesia 2020 di Jakarta pada Juni tahun ini.

Mengingat waktu juga tidak terlalu lama lagi, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah pelatih, seperti Founder LQ Communication Art, Vivi Anggraini, SIKom, di bidang publick speaking. Lalu untuk bidang kepribadian akan dilatih Azwar Djafar SPsi MPsi CHt MNLP, serta Catwalk akan ada Putroe Tari Keuteka.

"Pastinya setiap utusan yang kita kirim ke tingkat nasional, selalu menjaga karakter wanita Aceh dan tampil berbusana muslimah," ujar Rahmad.

Nuria sendiri saat diwawancarai Serambi, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Yayasan Putera Puteri Aceh yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan kepada dirinya untuk mewakili Aceh. Ia juga berkomitmen akan tetap menjawa marwah Aceh dengan menampilkan karakter wanita Aceh yang Islami.

"Pastinya saya akan berupaya dan berusaha untuk menampilkan yang terbaik untuk Aceh dan Yayasan Putera Puteri Aceh," ucap gadis kelahiran Kreung Geukueh, 1 Juni 1997 ini.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved