Provinsi Distribusikan Rapit Test ke Daerah  

Bersamaan dengan itu juga disalurkan baju alat pelindung diri (APD) lengkap, serta ribuan masker TB dan masker N-95

Provinsi Distribusikan Rapit Test ke Daerah   
IST
Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif,

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh, mendistribusikan rapid test antibodi ke seluruh Aceh. Bersamaan dengan itu juga disalurkan baju alat pelindung diri (APD) lengkap, serta ribuan masker TB dan masker N-95.

Untuk diketahui, rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus tersebut. Tes ini dilakukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus Corona dan kemudian dilakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus Covid-19 tidak semakin bertambah. Rapid test diprioritaskan untuk warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, mengatakan, rapid test dan APD tersebut bersumber dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI serta belanja khusus Pemerintah Aceh melalui APBA 2020. "Kita mendata rumah sakit mana yang paling membutuhkan. Kita sebar merata," ujar dr Hanif, di Banda Aceh, Minggu (29/3/2020).

Pada tahap ini, menurutnya, pendistribusian rapid test dan APD tersebut masih difokuskan untuk tenaga medis. Ia menyebutkan, rapid test akan didistribusikan ke 37 rumah sakit, sedangkan APD dan masker disalurkan untuk 28 rumah sakit.

Untuk APD dan masker, lanjut Hanif, ini merupakan distribusi yang kedua kali. Sementara rapid test merupakan paket pertama yang dikirimkan ke seluruh daerah. Pada tahap pertama, APD didistribusikan hanya untuk RSUD sedangkan pada tahap kedua ini diberikan untuk RSUD serta Dinkes kabupaten/kota se-Aceh.

"Kita distribusikan secara proporsional sesuai dengan beban penanganan masing-masing rumah sakit. Semua APD dan rapid test tersebut akan diberangkatkan sore ini (sore kemarin-red) ke semua kabupaten/kota. Kita perkirakan besok (hari ini-red) atau lusa (besok-red) sudah sampai di tempat masing masing," ungkap Hanif.

Ia menambahkan, rapid test tersebut bertujuan untuk mencari peta sebaran Covid-19. Itu berarti, alat tersebut tidak diperuntukkan bagi semua orang. Harapannya, kata Hanif, mata rantai virus Corona di seluruh Aceh dapat terputus dan hasil pemeriksaan dengan alat tersebut bisa menjadi pedoman bagi tindakan medis selanjutnya.

"Harus diingat bahwa rapid test ini bukan segalanya. Dengan kata lain, usaha kita dalam melakukan pencegahan menjadi hal yang paling utama. Tetap jaga jarak dan berdiam diri di rumah. Karena tindakan itu akan lebih efektif dalam memutuskan mata rantai corona," saran dr Hanif.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan, Pemerintah Aceh akan terus mengupayakan pemenuhan alat-alat kesehatan khususnya bagi petugas medis yang menangani pasien Covid-19. Selain melengkapi APD bagi petugas, sebut Iswanto, Pemerintah Aceh juga menyediakan hotel dan tempat khusus yang bisa dimanfaatkan dokter dan perawat yang bertugas tersebut untuk istirahat atau mengisolasi diri seusai melaksanakan tugas. (jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved