Opini

Sehat Jiwa Menghadapi Pademi Covid-19  

Sejak WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi (11/3/2020), pemerintah dan masyarakat semakin waspada dengan penyebaran virus

Sehat Jiwa Menghadapi Pademi Covid-19   
IST
Dr. Suzanna Octiva SpKJ, Psikiater di Rumah sakit Jiwa Aceh, Anggota PDSKJI Cabang Aceh

Oleh Dr. Suzanna Octiva SpKJ,  Psikiater di Rumah sakit Jiwa Aceh, Anggota PDSKJI Cabang Aceh

 Sejak WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi (11/3/2020), pemerintah dan masyarakat semakin waspada dengan penyebaran virus ini. Buktinya, dimana-mana informasi tentang perkembangan dan dampak penyebaran virus ini dengan mudah dapat diakses melalui berbagai macam media.

Setiap saat semua stasiun televisi menayangkan berita perkembangan terkini tentang virus ini. Media internet pun tidak kalah gencarnya. Dampaknya masyarakat terus menerus terpapar informasi baik yang terpercaya maupun tidak, sehingga hal tersebut menimbulkan stres dan kepanikan.

Orang yang sebelumnya mengalami gangguan mental termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak ini, sehingga berpotensi memunculkan gejala-gejala kekambuhan. Demikian juga bagi orang-orang yang berhadapan langsung dengan penderita misalnya dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

Rasa cemas dengan kondisi fisik diri sendiri dan keluarga dapat saja muncul. Ini adalah sesuatu yang wajar memang sebagai salah satu reaksi mental terhadap keadaan yang berpotensi menimbulkan krisis.

Adapun masalah mental emosional yang bermanifestasi pada keluhan fisik dapat berupa nyeri kepala, berkeringat, berdebar-debar, gangguan lambung ringan, dan lain-lain. Rasa cemas ini menjadi tidak wajar apabila terjadi berlebihan, terus-menerus, dan sulit dikendalikan serta mempengaruhi fungsi kehidupan sehari-hari.

Kecemasan

Kecemasan adalah reaksi yang wajar yang biasa dialami oleh siapapun, sebagai respon terhadap situasi yang dianggap mengancam atau membahayakan. Banyak hal yang harus dicemaskan, misalnya kesehatan, relasi sosial, ujian,karir, kondisi lingkungan dan lain-lain.

Adalah normal dan adaptif untuk sedikit cemas mengenai aspek-aspek hidup tersebut. Pada kadar yang rendah, kecemasan membantu individu untuk bersiaga mengambil langkah-langkah mencegah bahaya atau memperkecil dampaknya.

Jadi, kecemasan adalah respon yang tepat terhadap ancaman, tetapi kecemasan akan menjadi abnormal (patologis) bila kecemasan itu tidak sesuai dengan besarnya ancaman atau munculnya cemas tanpa ada penyebab yang nyata, menimbulkan penderitaan yang berat sehingga sangat mengganggu fungsi sehari-hari.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved