Tak Ada Instruksi Tutup Pasar

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, menegaskan tidak ada instruksi untuk menutup pasar

SERAMBI/HENDRI
Suasana pasar Aceh, Minggu (29/3/2020). Dalam rangka pencegahan dan menekan angka penularan virus Corona (COVID-19), pemerintah menutup sementara Pasar tersebut mulai 27 Maret hingga 5 April 2020. 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, menegaskan tidak ada instruksi untuk menutup pasar. Penegasan disampaikan kedua pimpinan daerah itu untuk menjawab keresahan warga atas informasi yang berkembang di media sosial (medsos) bahwa mulai Senin (30/3/2020) ini pasar akan ditutup sementara menyusul merebaknya virus corona.

“Sampai saat ini belum ada instruksi untuk menutup pasar. Untuk memutuskan penutupan pasar juga tidak bisa diambil seorang pimpinan daerah, tapi harus dilakukan rapat dulu dengan seluruh unsur forkopimda,” tandas Aminullah dan Mawardi yang dihubungi Serambi secara terpisah, Minggu (29/3/2020).

Aminullah menjelaskan, untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19) yang sudah pandemi itu, Pemko minta agar masyarakat lebih banyak beraktivitas  di rumah. Bila ingin belanja, kebutuhan pokok atau lainnya, bisa di lakukan secara online. Dengan cara itu, jumlah orang yang berbelanja ke pasar menjadi sedikit.

“Larangan keluar rumah tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona dari orang yang sudah terinfeksi kepada orang yang belum kena. Ini perlu dimengerti dan dipahami serta dipatuhi oleh masyarakat. Makanya saya mengimbau, agar warga Banda Aceh yang ada di 90 gampong untuk menggunakan sementara beraktivitas di rumah selama dua pekan,” tegasnya.

Selain itu, Wali Kota juga meminta warganya untuk tidak melakukan pemborongan kebutuhan pokok. Stok kebutuhan pokok cukup banyak di pasar, dan harganya relatif stabil. “Jangan panic buying karena persediaan barang-barang kebutuhan pokok sangat cukup. Harganya juga masih stabil,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. Dia secara tegas mengatakan bahwa dia tidak akan menutup pasar, terlebih Pasar Induk Lambaro. Pasalnya, pasar merupakan tempat transaksi masyarakat dan berjualan dan berbelanja. “Kalau pasar seperti Lambaro ditutup, dipastikan suplai kebutuhan pokok dan barang ke pasar lain di kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh bisa terputus,” tandasnya.

Untuk membatasi keramaian di pasar, kata Mawardi Ali, pihaknya akan membuat kebijkan buka setengah hari. Buka pukul 06.00 pagi, memasuki shalat zuhur atau pukul 13.00 WIB, tutup. Tapi kebijakan ini belum kita lakukan, melihat kondisi dulu dalam minggu ini.

Dikatakan, dari pedagang di Pasar Induk Lambaro, sejak merebaknya virus corona, pada pukul 11.00 WIB masyarakat yang berbelanja sudah sepi. Jadi kalaupun dibuat operasinal berdagang dibatasi hingga tengah hari, masih memungkinkan. “Harapan kita dalam masa darurat covid-19 ini, angkutan barang jangan sampai berhenti. Kalau berhenti, Aceh akan mengalami kekekurangan pasokan kebutuhan pokok, seperti gula pasir, minyak goreng, telur ayam, tepung terigu, dan berbagai jenis barang lainnya . Karena selama ini pasokan barang tersebut dari Sumatera Utara,” tuturnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved