Berita Aceh Besar

Aceh Besar Surplus Gabah 160 Ribu Ton Lebih, Ini Penjelasan Kadis Pangan

Panen raya gabah padi di Kabupaten Aceh Besar surplus mencapai 160.182, 692 ton. Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Ir Fuadi Akhmad....

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Ir Fuadi Akhmad. 

Aceh Besar Surplus Gabah 160 Ribu Ton Lebih, Ini Penjelasan Kadis Pangan

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO  - Panen raya gabah padi di Kabupaten Aceh Besar surplus mencapai 160.182, 692 ton. Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Ir Fuadi Akhmad, kepada Serambinews.com, Selasa (31/3/2020) mengatakan, luas sawah baku mencapai 28.762 hektare, luas panen tahun 2019 seluas 42,820 hektare musim gadu dan rendeng.

Kata dia, produksivitas mencapai 6,16 ton perhektare. Total produksi 270.632,19 ton dan stok benih 1.961,96 ton, buffer stock 13.526,61 ton, konsumsi mencapai 94. 960,924 ton. Jadi Aceh Besar surplus gabah mencapai 160.182,692 ton dengan  jumlah penduduk 426.216 jiwa di 604 desa dari 23 kecamatan.

Menurut Fuadi, berdasarkan perhitungan kebutuhan beras per kapita pertahunnya di Aceh Besar adalah 111,4 kilogram atau 304 gram per hari berdasarkan analisis situasi konsumsi pangan.

Sedangkan untuk gabah kering potong masa rendeng tahun 2020 dengan luas tanam 2.316 hektare dan gagal panen akibat puso seluas 3.320 hektare.

Jadi sisa luas panen 23.027 hektare dengan asumsi produktivitas rata-rata 6 ton perhektare, jadi total produksi rendeng yang sedang panen adalah 138.162 ton.

Konsumsi beras di Aceh, menurut dia, masih sangat tinggi dari rata-rata nasional yang pada 105 kilogram per kapita per tahun. Hal ini karena Aceh kurang mengkonsumsi sayur- mayur dan lainnya maka dalam hal ini perlu adanya sosialisasi berkelanjutan perlunya pola makan yang berimbang dengan pemenuhi gizi dan protein.

Dinas Pangan Aceh Besar dalam hal ini telah dan sedang melakukan aksi pembinaan dalam pembinaan kawasan rumah pangan lestari (KRPL), kawasan pangan mandiri (KMP), pertanian masuk sekolah (PMS) serta pembinaan lainnya termasuk pengolahan produk pangan lokal (kelapa gonseng, keripik, olahan sabun herbal dan lainnya serta pangan altenatif olahan janeng, ubi, ketela dan lainnya.

"Dalam menghadapi covit-19 Dinas Pangan membentuk gugus satgas covid dalam hal memantau ketersedian pangan, distribusi, harga, keamanan pangan dan sosialisasi serta pembinaan dalam pemanfaatan lingkungan dengan pola tanam budidaya yang sehat dalam menghadapi dampak corona dan bulan Ramadhan mendatang,"ujar Fuadi Akhmad.(*)

 
 

Warga Simeulue Berduyun-duyun Pulang Kampung Akibat Corona, Sejak 3 Pekan Terakhir Kapal Padat  

Resmikan Ruangan Pinere RSUDZA, Plt Gubernur Semangati Tim Medis

Jepang Bisa Menahan Penyebaran Virus Corona Meski Tanpa Lockdown, Ternyata Ini Rahasianya

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved