Breaking News:

Opini

Lawan Corona dengan Imunitas Tubuh  

Masyarakat menjadi ketakutan berlebihan, menghindari keluar rumah, meminimalkan kontak dengan orang sekitarnya

Lawan Corona dengan Imunitas Tubuh   
IST
dr. Zulfa Zahra, Sp.KJ, Staf FK Unsyiah, Rumah Sakit Jiwa Aceh, RSUD Zainal Abidin

Oleh dr. Zulfa Zahra, Sp.KJ, Staf FK Unsyiah, Rumah Sakit Jiwa Aceh, RSUD Zainal Abidin

Dalam beberapa minggu terakhir khususnya dalam beberapa hari ini dijumpai fenomena baru dalam masyarakat. Masyarakat menjadi ketakutan berlebihan, menghindari keluar rumah, meminimalkan kontak dengan orang sekitarnya, bahkan berbelanja kebutuhan pokok secara berlebihan. Ya, tepat hal ini disebabkan karena virus corona yang terus mewabah di dunia. Bahkan di Indonesia didapatkan peningkatan angka yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Hal yang sama juga didapatkan di Aceh. Ketakutan yang dirasakan masyarakat merupakan suatu hal yang wajar, namun sayangnya ketika rasa takut mendominasi pikiran seseorang, maka orang tersebut menjadi sulit untuk berfikir jenih. Bahkan tidak jarang akan timbul berbagai gejala fisik, emosi maupun psikologis yang cukup mengganggu. Kondisi fisik yang cukup sering dijumpai dapat berupa keluhan-keluhan somatik; berupa tekanan darah meningkat, sakit kepala, vertigo, mual, muntah, sakit seluruh badan, bahkan sesak nafas.

Kondisi emosional yang terganggu dapat terlihat dari emosi yang tidak stabil, mudah marah, sedih maupun menjadi sangat sensitif. Selain dua gejala tersebut, kondisi psikologislah yang sebetulnya akan sangat mengganggu seseorang. Karena kondisi psikologis ini tidak dapat terlihat secara kasat mata. Dimana seseorang akan menunjukkan perasaan khawatir atau cemas yang berlebihan, sulit tidur, gelisah, pikiran tidak tenang, dan sebagainya. Jika kondisi ini dijumpai maka mengindikasikan seseorang tersebut berada dalam kondisi stres.

Imunitas tubuh

Istilah stres cukup sering digunakan dalam masyarakat. Namun istilah ini mengacu pada pada banyak arti yang berkembang dalam masyarakat. Jika kita mengacu pada literatur yang ada maka istilah stres dapat diartikan sebagai suatu respon adaptif individu pada berbagai tekanan atau tuntutan eksternal dan menghasilkan berbagai gangguan meliputi: gangguan fisik, emosional, dan perilaku. Dimana akibat kondisi stres ini dapat menyebabkan fungsi normal seseorang menjadi terganggu. Contohnya: tidak dapat lagi bekerja sebagai karyawan, menjalankan aktivitas harian sebagai ibu rumah tangga ataupun bersekolah seperti biasanya.

Pada masa saat ini sebagian masyarakat menjadi stres, bisa disebabkan karena kondisi yang ada ataupun pemberitaan yang terlalu berlebihan. Namun di balik kondisi tersebut ada hal terpenting yang harus dipahami bahwa ketika seseorang stres maka secara tidak langsung akan menurunkan imunitas tubuhnya. Saat ini wujud perilaku stres masyarakat bisa terlihat dengan panic buying, dimana kita dapat melihat habisnya stok hand sanitizer di pasaran, keberadaan masker yang cukup langka, bahkkan ketersedian beberapa vitamin terutama vitamin C menjadi kosong di beberapa apotik.

Hal terpenting yang harusnya menjadi fokus utama untuk dapat melawan virus menjadi terabaikan, yaitu imuitas alamiah tubuh. Allah begitu maha sempurna, ketika makhluk diciptakan maka Allah juga menyertai orang tersebut dengan imunitas alamiah dimana tubuh akan membentuk sendiri imunitasnya untuk dapat menangkal beberapa penyakit. Secara alamiah tubuh akan menghasilkan imunitas melalui beberapa respon.

Kondisi stres yang dialami seseorang dapat mempengaruhi respon adaptif tubuh terhadap imunitas, salah satunya dapat dijelaskan melalui Hipothalamus Pituitary Adrenal Axis (HPA-Axis). Ketika seseorang dalam kondisi stres maka tubuh akan merangsang kortek adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin, sehingga pada orang tersebut dapat dijumpai peningkatan denyut nadi, pernafasan, dan juga tekanan darah. Sebagai efek alamiah dari peningkatan hormon adrenalin maka tubuh akan merangsang produksi hormon kortisol, dan hormon ini berperan mengendalikan stres sehingga dapat mengurangi ketegangan salah satunya melalui mekanisme koping.

Pada seseorang yang mengalami stres berkepanjangan akan menyebabkan kadar kortisol mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan kortisol pada HPA aksis akan menekan fungsi imun pada sebagian sistem imun. Hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh menjadi menurun dan seseorang akan sangat rentan mengalami infeksi baik yang disebabkan bakteri maupun virus, termasuk corona.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved