Pantai Pelangi Tutup, Hasil Kesepakatan Masyarakat

Wisata bahari Pantai Pelangi Sigli, Pidie untuk sementara ditutup sampai wabah virus corona, Covid-19 berakhir mulai Se

SERAMBI/ M NAZAR
Warga Gampong Kuala Pidie, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Senin (30/3), menutup akses jalan untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

SIGLI - Wisata bahari Pantai Pelangi Sigli, Pidie untuk sementara ditutup sampai wabah virus corona, Covid-19 berakhir mulai Senin (30/3). Hal itu berdasarkan hasil kesepakatan warga Gampong Kuala Pidie (Kampong Cina), Kecamatan Kota Sigli.

Keuchik Kuala Pidie, Teuku Shadliar, kepada Serambi, Senin (30/3) mengatakan penutupan wisata Pantai Pelangi yang terletak dalam Gampong Kuala Pidie setelah adanya kesepakatan masyarakat yang telah digelar di meunasah. Dikatakan, Pantai Pelangi ditutup sementara untuk memangkas penyebaran virus Corona.

Dia mengakui selama ini pantai yang terletak di depan Pendopo Bupati Pidie sering dikunjungi pendatang dari luar daerah yang ingin menikmati suasana pantai tersebut. Tak hanya itu, untuk mencegah keremunan warga yang datang secara bergerombolan ke pantai itu. " Kita tidak mengetahui pendatang dari luar itu bebas dari Covid-19 dan satu-satunya untuk memutus rantai virus yang cepat menyebar, harus menghindari keramaian di lokasi wisata," jelasnya.

Teuku Shadliar mengatakan ruas jalan di Gampong Kuala Pidie atau Kampong China telah ditutup yakni Jalan Ir Sutami. Sedangkan jalan Syiah Kuala dan Museum Tsunami di Kuala Pidie akan dilakukan tutup buka, setelah Pemerintah Aceh memberlakukan jam malam.

"Jadi dua ruas jalan itu ditutup buka. Di mana pada malam hari ditutup dan pada pagi hari dibuka," jelasnya. Penutupan jalan di Kuala Pidie, sebutnya, setelah delapan warga Kuala Pidie dicurigai terpapar Covid-19 setelah pulang dari Malaysia, Bogor (Jawa Barat) dan Yogyakarta.

Kini kedelapan warganya masuk sebagai orang dalam pemantauan (ODP) petugas kesehatan. Kedelapan ODP tersebut, lima penjemput dan tiga warga yang pulang dari rantau dan pihaknya telah melaporkan ke petugas Puskesmas, Polsek dan Koramil.

"Saat ini, kedelapan warga menjalalani karantina di rumah masing-masing selama 14 hari. Petugas kesehatan akan memantau perkembangan masa inkubasi ke delapan warga tersebut selama 14 hari," jelasnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved