Salam

Kita Syukuri  Keringanan Listrik  

Pemerintah memberikan keringanan bagi pengguna listrik bersubsidi yakni pengguna listrik 450 volt ampere (VA) dan 900 VA

Biro Setpres
Presiden Joko Widodo 

Pemerintah memberikan keringanan bagi pengguna listrik bersubsidi yakni pengguna listrik 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. "Untuk pelanggan listrik 450 VA yang  jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan digratiskan selama tiga bulan ke depan. Sedangkan pelanggan 900 VA yang jumlahnya 7 juta mendapat diskon sebesar 50% selama tiga bulan ke depan," kata Presiden Jokowi dua hari lalu.

Pemberian bantuan itu berkaitan dengan penanganan virus Corona (Covid‑19). Dengan pengurangan beban tersebut diharapkan dapat menjadi jaring pengaman bagi masyarakat yang terdampak Covid‑19.

Di Aceh, diperkirakan ada 629.523 pelanggan kelompok 450 VA yang akan menikmati listrik gratis selama tiga bulan. Dan, 203.438 pelanggan kelompok 900 VA akan menikmati diskon tagihan listrik sebesar 50 persen selama tiga bulan.

Kebijakan Presiden Joko Widodo membebaskan pembayaran listrik merupakan bagian dari program perlindungan sosial pemerintah kepada masyarakat miskin yang terdampak penyebaran virus Corona atau Covid‑19. Untuk kebijakan itu, pemerintah harus menggelontorkan anggaran sebesar Rp 110 triliun.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, mengatakan, pandemi global Covid‑19 mengakibatkan lesunya perekonomian. Program pembebasan tagihan dan keringanan pembayaran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyakarat yang paling terdampak pandemi itu.

"Saat ini masyarakat diimbau untuk tetap di rumah. Berkegiatan di rumah. Tujuannya untuk mencegah penularan yang makin luas. Pembebasan dan diskon tarif listrik ini diharapkan dapat mendukung hal tersebut. Jadi masyarakat, khususnya yang tidak mampu, tidak harus khawatir dalam menggunakan listrik selama musim yang sulit ini," pungkas Zulkifli.

Yang juga harus kita syukuri, selain  penggratisan dan pengringanan tarif listrik, saat pemerintah juga tengah menyiapkan jejaring pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli di tengah pandemi Corona. Selain memberikan keringanan pembayaran biaya setrum, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas bantuan untuk penerima manfaat program keluarga harapan. "Jumlah keluarga penerima akan ditingkatkan dari  9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat," katanya. Besaran bantuan itu juga akan dinaikkan 25 persen.

Kita berharap, kebijakan yang meringankan untuk jangka pendek ini bukan hanya tarif listrik, tapi tagihan lain seperti biaya pendidikan, telepon serta internet, hendaknya juga ada kebijakam yang meringankan. Biaya kuliah mahasiswa, terutama di PTN mestinya bisa digratiskan untuk semester depan mengingat, semester ini kuliah tak berjalan normal, bahkan yang kuliah praktek sama sekali tidak jalan.

Kehidupan masyarakat kelas bawah di tengah kondisi darurat yang banyak melumpuhkan aktivitas cari nafkah, memang sangat memberatkan. Harus berada di rumah, berlaku jam malam, dan lain‑lain adalah bagian yang sangat sulit bagi masyarakat yang cari nafkah "hari ini untuk makan besok." Artinya mereka benar‑benar tidak punya uang dan pangan simpanan seperti masyarakat kelas atas.

Saat ini, selain mengharapkan adanya kebijakan‑kebijakan yang meringankan, masyarakat menghendaki pemerintah bisa segera menemukan cara yang efektif untuk mengenyahkan Covid‑19. Sebab, semakin lama terdera kondisi darurat, maka daya tahan masyarakat dari semua sisi akan semakin lemah.  

Selain itu, sebagaimana sudah kita sampaikan berkali‑kali bahwa untuk meringankan pemerintah dalam memberantas virus Corona, kita hendaknya mematuhi semua anjuran. Yakni, mematuhi semua instruksi terkait darurat Corona. Antara lain, mematuhi larangan tidak berkumpul, mematuhi ketentuan jam malam, dan lain‑lain yang tujuannya mencegah kita dari paparan virus menakutkan itu.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved