Pemkab Siapkan Tempat Karantina
Tim Gugus Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Aceh Utara menyiapkan tempat karatina bagi yang berstatus
LHOKSUKON – Tim Gugus Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Aceh Utara menyiapkan tempat karatina bagi yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Selama dua hari terakhir, eks shelter Rohingya di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur mulai direhab.
Sebagaimana diketahui, shelter tersebut diresmikan pada 12 Agustus 2015 oleh Wakil Gubernur Aceh saat itu, Muzakir Manaf. Kemudian bangunan tersebut mulai kosong setelah semua etnis Rohingya dipindahkan ke Kanada, dan Amerika Serikat pada 20 Desember 2016. Selama ini, shelter tersebut hanya ditempati 28 warga.
Informasi yang diperoleh Serambi, jumlah rumah yang berada di shelter itu mencapai 38 unit. Namun, yang disiapkan untuk warga berstatus ODP yakni 31 unit atau untuk 62 orang. Satu bangunan disekat menjadi dua sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). Barak tersebut dibagi dua, di mana bagian selatan terdapat 23 unit, dan utara delapan unit.
Untuk lokasi 31 bangunan tersebut juga sudah dipagar dari seng dengan ketinggian mencapai 6 kaki atau 1,8 meter. Hal ini guna memisahkan warga yang sudah menepati lokasi tersebut dengan mereka berstatus ODP. Sedangkan untuk kebutuhan makan juga disiapkan petugas memasak di dapur mobil portable dari Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Saat ini pekerjaan yang sedang dilakukan untuk penyiapan tempat tersebut merehab dinding, sekat kamar, dan jaringan air bersih. Selain itu, untuk MCK juga sudah disiapkan. Begitu juga untuk penerangan juga dipasangan instalasi listrik ke semua rumah. Ditargetkan, dalam tiga hari ini tempat tersebut akan rampung, dan segera ditempati.
Kecuali itu, Pemkab Aceh Utara juga sudah mempersiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dekat dengan kawasan shelter tersebut sebagai tempat cadangan, bila nantinya jumlah warga yang ODP tidak tertampung di lokasi ini. Karena, jumlah warga yang dari perantauan terus bertambah setiap harinya.
“Nantinya di lokasi ini akan kita tempatkan satu mobil ambulance bersama satu sopir untuk stanby selama proses pemantauan. Sehingga bila ada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat segera dibawa ke puskesmas atau ke rumah sakit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin kepada Serambi, Rabu (1/4/2020).
Juru bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Utara, Zulfitri kepada Serambi menyebutkan, hingga kini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di kabupaten sudah mencapai 69 orang. Sedangkan yang sudah selesai pemantauan dari covid-19 sudah mencapai 18 orang. “Untuk pasien PDP saat ini kita kosong, tidak ada,” ujar Zulfitri MKes.
Pada kesempatan itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang baru pulang dari luar daerah, dan luar negeri supaya segera melaporkan diri ke keuchik, puskesmas atau juga muspika untuk diperiksa kesehatannya. Pihaknya juga berharap keuchik proaktif memantau warganya. “Apalagi, warga yang pulang dari luar daerah terus bertambah,” ujar Zulfitri.(jaf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/shelter-eks-rohingya-di-desa-blang-adoe-kecamatan-kuta-makmur.jpg)