Breaking News:

Antisipasi Corona

Bagaimana Hukum Meninggalkan Shalat Jumat Tiga Kali, Ini Penjelasan Nahdlatul Ulama

MUI telah memberikan fatwa boleh mengganti shalat Jumat dengan shalat dzuhur di rumah, bila suatu daerah dinyatakan darurat. Lalu, bagaimana hukumnya?

Editor: Taufik Hidayat
Serambi
Suasana di bagian luar Masjid Nabawi, Madinah, jelang shalat Jumat (6/9/2019). SERAMBINEWS.COM/MOHD DIN 

3. Dingin baik siang maupun malam.

4. Sakit (berat) yang membuatnya sulit untuk mengikuti shalat Jumat dan shalat jamaah. Sakit ringan seperti flu, pusing, atau sedikit demam tidak termasuk uzur. 

5. Kekhawatiran atas gangguan keselamatan jiwanya, kehormatan dirinya, atau harta bendanya. 

Dengan demikian, orang yang tidak melaksanakan tiga kali ibadah shalat Jumat karena uzur Covid-19 tidak termasuk ke dalam golongan orang yang dimaksud dalam hadits tersebut.

Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) mendorong sebagaimana pemerintah untuk melaksanakan shalat dzuhur di rumah masing-masing pada hari Jumat, yaitu pada daerah zona merah Covid-19

LBM PBNU juga menganjurkan umat Islam di zona kuning untuk mengambil dispensasi (rukhshah) dalam syariat Islam, yaitu memilih melaksanakan shalat dzuhur di rumah masing-masing daripada shalat Jumat di masjid mengingat penyebaran dan bahaya virus corona.

Mereka dapat merujuk pada putusan pemerintah daerah setempat perihal kategori zona wilayah yang mereka diami terkait penyebaran Covid-19

Wallahu a lam.(*)

Masjid Raya Baiturrahman dan Sejumlah Masjid Lain Tetap Gelar Jumat Besok, Ini Daftar Khatib & Imam

Suami Selamatkan Istri dan 4 Anak dari Kobaran Api, Jika Terlambat Bangun, Kami Semua Sudah Jadi Abu

Cegah COVID-19 di LP, Anggota DPRA Minta Menkumham Juga Perhatikan Tahanan Pelanggar Qanun Jinayat

Nilai-Nilai Edukasi dalam Shalat Fardhu  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved