BPBD Buru Pemutih Pakaian

BPBD Aceh Tamiang mulai mencari cairan pemutih pakaian setelah stok disinfektan hanya tinggal untuk kebutuhan satu minggu

SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Satu unit damkar dikerahkan untuk meyemprot desinfektan di sekitar permukiman penduduk di Karangbaru, Aceh Tamiang. 

* Stok Disinfektan di Tamiang Hanya untuk Seminggu Lagi

KUALASIMPANG - BPBD Aceh Tamiang mulai mencari cairan pemutih pakaian setelah stok disinfektan hanya tinggal untuk kebutuhan satu minggu. Menipisnya stok tak terlepas dari tingginya intensitas penyemprotan yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Aceh Tamiang, Syahri menjelaskan dalam sehari, rata-rata penyemprotan melibatkan dua unti armada pemadam kebakaran. "Kita terus berkoordinasi dengan Kodim dan Polres, makanya setiap hari terus bergerak melakukan penyemprotan disinfektan," kata Syahri yang juga Kalak BPBD Aceh Tamiang, Kamis (2/4/).

Dijelaskan, penyemprotan ini dilakukan ke seluruh wilayah Aceh Tamiang, khususnya kawasan yang memiliki tingkat keramaian tinggi. "Kami bersama Kodim fokus pada areal perbatasan dengan Sumatera Utara, karena ada pasar di sana yang menjadi perhatian kami," jelasnya.

Sedangkan Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kebakaran BPBD Aceh Tamiang, Muhammad Husni menambahkan tingginya volume penyemprotan ini belum didukung stok disinfektan. Menurutnya stok cairan ini yang tersedia di BPBD Aceh Tamiang hanya tinggal untuk kebutuhan satu minggu.

"Diperkirakan satu minggu lagi sudah habis, itupun tergantung situasi, bisa saja lebih cepat habisnya," kata Husni. Dijelaskan, disinfektan yang digunakan pihaknya merupakan hasil buatan sendiri dengan mencampurkan cairan pemutih pakaian dengan air. Untuk satu tangki armada damkar ukuran tiga ton dibutuhkan 90 liter cairan pemutih pakaian.

"Permasalahan saat ini, cairan pemutih ini sudah sulit dicari, karena sudah habis diborong orang, termasuk dari Langsa dan Langkat," ujar Husni. Sebagai solusi, Husni mengatakan dirinya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pedagang besar di Aceh Tamiang agar mengalokasikan cairan pemutih pakaian ini khusus untuk BPBD. "Dampaknya ya harganya menjadi tinggi, sangat jauh dari harga normal," ungkapnya.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved