Pemkab Tegur Kontraktor PLTU 3-4 Karena Memasukkan TKA secara Diam-diam

Pemkab Nagan Raya menyatakan telah memberikan teguran keras kepada kontraktor proyek pembanguna PLTU 3-4 di Desa Suak Puntong

SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham 

SUKA MAKMUE - Pemkab Nagan Raya menyatakan telah memberikan teguran keras kepada kontraktor proyek pembanguna PLTU 3-4 di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, kabupaten setempat. Teguran itu terkait masuknya tujuh tenaga kerja asing (TKA) asal Cina secara diam-diam yang rencananya akan bekerja di PLTU milik swasta tersebut. Ketujuh TKA itu akhirnya diusir dan dihadang oleh warga Langkak dan Suak Puntong pada Selasa (31/3/2020) malam.

Hal itu diungkapkan Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham kepada Serambi, Kamis (2/4/2020), di sela-sela simulasi penanganan pasien Covid-19 di Alun-alun Suka Makmue. “Saya langsung perintahkan Kadisnakertrans datang ke PLTU 3-4 pada Rabu kemarin, untuk menyampaikan teguran kepada pihak PLTU terkait WNA itu,” tegas HM Jamin Idham.

Bupati yang didampingi Dandim 0116 Letkol Inf Guruh Tjahyono, mengungkapkan, teguran juga sudah disampaikannya dalam pertemuan dengan pihak PLTU 304. Kala itu, beber dia, pihak PLTU 3-4 berkapasitas 2x200 MW milik investor asal Cina itu menyampaikan permintaan maaf kepada pemkab dan masyarakat Nagan Raya.

Menurut keterangan pihak PLTU, ucap HM Jamin Idham, bahwa mereka mengklaim tidak tahu dengan kedatangan 7 TKA asal Cina tersebut. “Pemkab sudah mengingatkan, ke depan jangan lagi terulang kasus seperti itu, apalagi mendatangkan secara diam-diam dalam kondisi Aceh saat ini sedang dilanda wabah Covid-19,” tandasnya.

Ia menyatakan, Pemkab bersama TNI, Polri, dan Gugus Tugas, sejak Selasa (31/3/2020) sore, setelah mendapat kabar bahwa ada pergerakan TKA asal Cina dari Banda Aceh menuju ke Nagan Raya, langsung bergerak ke Langkak dan Suak Puntong.. “Tim gugus dengan cepat tanggap dan langsung memeriksa kesehatan para TKA itu,” paparnya.

Lebih lanjut, Bupati HM Jamin Idham menerangkan, pihaknya sudah mengingatkan kembali kepada kontraktor proyek pembangunan PLTU 3-4 yang saat ini mempekerjakan TKA asal Cina, saat ini pekerja itu dilarang pergi ke luar Aceh atau melakukan perjalanan hingga ke luar negeri, kecuali mereka tidak kembali lagi. “Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan sehingga tidak masuk wabah Covid-19 ke Nagan Raya,” ungkapnya.

Bila ke depan pihak perusahaan itu kembali melakukan pelanggaran, tegas Bupati, maka pemkab akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan berlaku, termasuk berkoordinasi dengan lembaga lebih tinggi di Pemerintah Aceh. “Kita kembali meminta PLTU sama-sama menjaga sehingga Nagan Raya terbebas dari Covid-19,” harapnya.

Sementara itu, masuknya tujuh tenaga kerja asing (TKA) asal Cina ke PLTU 3-4 di Nagan Raya menjadi bukti dan tanda kurang seriusnya Pemerintah Aceh dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). “Karena sudah seharusnya Pemerintah Aceh melakukan penutupan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar untuk sementara waktu,” kata Jabal Abdul Salam, Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (Ipelmasra) dalam keterangan tertulisnya kepada Serambi, Kamis kemarin.

Ia menyorot, lemahnya pengawasan Pemerintah Aceh sehingga 7 TKA asal ‘Negeri Tirai Bambu’ bisa melenggang mudah masuk ke Aceh dan melakukan perjalanan darat sampai ke Nagan Raya. “Kami memberikan apresiasi kepada tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dan Forkopimda Nagan Raya yang sigap datang ke lokasi setelah memperoleh informasi dari masyarakat dan meminta PLTU untuk memulangkan 7 TKA dari Nagan Raya untuk sementara waktu, karena mengingat saat ini antisipasi Covid-19,” tukasnya.

Di sisi lain, Ketua Ipelmasra juga menyayangkan tidak koorperatifnya pihak  PLTU 3-4 dalam hal penanganan pandemi Covid-19. “Seharusnya, untuk menghadapi permasalahan ini, semua pihak termasuk PLTU harus lebih andil dalam membantu pemkab,” tandas Jabal.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved