Krisis Kesehatan
Nahdlatul Ulama Memberikan Tips dari Ilmuan Islam Ibnu Sina Ketika Menghadapi Krisis Kesehatan
Ibnu Sina terkenal dengan berbagai ilmu pengobatannya, bahkan karya-karyanya sampai saat ini masih dipergunakan sebagai rujukan dunia medis.
Laporan Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM - Nahdlatul Ulama memberikan tips dari ilmuan terkemuka atau dikenal Bapak Kedokteran Ibnu Sina, Sabtu (4/4/2020).
Tips tersebut sangat tepat dengan keadaan darurat wabah penyakit yang sedang dihadapi manusia di seluruh dunia.
Ibnu Sina terkenal dengan berbagai ilmu pengobatannya, bahkan karya-karyanya sampai saat ini masih dipergunakan sebagai rujukan dunia medis.
Salah satu teori kesehatan Ibnu Sina yang sangat terkenal baik di Barat maupun di Timur adalah bahwa sakit tidak selalu akibat lemah fisik, tetapi bisa juga disebabkab oleh kondisi kejiwaan yang lemah.
Pandemi global yang sedang melanda dunia membuat manusia panik dan khawatir, padahal untuk meningkatkan imunitas tubuh, jiwa tidak baik bila dalam keadaan panik dan khawatir.
Dalam kaitan ini Ibnu Sina menganjurkan tiga tips menjaga diri agar tetap sehat jasmani rohani atau segera sembuh dari sakit seperti dikutip pada islam.nu.or.id.
Berikut ini tipsnya.
Kepanikan adalah separuh penyakit
Secara umum panik dipahami sebagai sebuah serangan yang muncul tiba-tiba akibat rasa takut yang luar biasa.
Ibnu Sina menasihati agar kita tidak mudah panik dalam situasi apapun baik aman maupun bahaya sebab panik itu sendiri merupakan bagian masalah kejiwaan yang bisa berdampak langsung pada munculnya penyakit fisik seperti serangan jantung, hipertensi dan sebagainya.
Pendekatan ilmiah rasional juga harus ditempuh, yakni jika pola hidup sehat dan semua protokol kesehatan dalam menghadapi virus Corona telah kita tempuh dengan baik kita harus berpikir positif bahwa Allah melindungi.
Ketenangan adalah separuh obat
Ibnu Sina menekankan perlunya orang memiliki ketenangan baik dalam keadaan sakit maupun sehat.
Dalam keadaan sehat orang yang memiliki ketenangan jiwa tidak mudah terserang oleh berbagai-penyakit jasmani dan rohani sebab ketenangan itu sendiri merupakan benteng sehingga memiliki imunitas yang kuat.
Ketengangan akan mudah dicapai juga melalui berbagai pendekatan, yakni pendekatan teologis dan pendekatan ilmiah rasional.
Al-Quran mengingatkan pentingnya berdzikir kepada Allah sebab senantiasa mengingat Allah akan menghasilkan ketenangan batin yang kokoh sebagaiamana firman Allah berikut ini:
Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS Ar-Ra’d: 28).
Ketenangan ini sudah merupakan separuh obat yang dibutuhkan ketika sakit karena Allah sedang menghendakinya demikian.
Dengan kata lain orang yang memiliki ketenangan batin karena kedekatannya dengan Allah akan lebih cepat sembuh dari sakitnya dari pada orang yang selalu resah gelisah dan gundah.
Kesabaran adalah awal dari kesembuhan
Kesabaran itu ibarat jamu yang rasanya pahit tetapi hasil dari kesabaran adalah manis. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam pepatah Arab.
“Sabar itu seperti obat pahit yang tidak enak rasanya, tetapi hasilnya indah.”
Seorang pasien yang sabar akan sanggup mematuhi aturan-aturan kesehatan yang diberikan dokter. Berbagai obat yang diberikan ia sanggup meminumnya secara teratur sesuai aturannya.
Demikian pula ia pun sabar menerima sakitnya karena menyakini Allah sedang mengujinya dengan tetap terus berdoa memohon kesembuhan kepada-Nya.
Ujian memang selalu diberikan kepada siapa saja yang akan dinaikkkan derajatnya oleh Allah SWT.
Sebagaimana nasihat ketiga Ibnu Sina di atas, sabar adalah awal dari kesembuhan karena sekali lagi sebagaimana pepatah di atas sabar itu sendiri adalah obat mujarab sehingga dengan kesabaran separuh kesembuhan telah diraih.
Demikianlah tiga tips dari Ibnu Sina yang kesemuanya merupakan ikhtiar spiritual.
Hal ini sangat penting karena persoalan penyakit seperti virus Corona tidak cukup hanya dilihat dari perspektif material saja, tetapi juga harus melibatkan perspektif spiritual karena faktanya manusia terdiri dari dua unsur, yakni jasmani dan rohani.(*)
• Update Corona di Aceh, 1.176 Orang Dalam Pemantauan, 52 Dalam Pengawasan, 5 Orang Positif COVID-19
• Di Filipina, Perawat Gunakan APD Telettubies dalam Merawat Pasien Covid-19
• Wakil Jaksa Agung Meninggal, Mobil Melaju Kencang, Tabrak Pembatas Jalan Tol dan Terbakar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasiavicenna.jpg)