Breaking News:

Saf Shalat Jumat Masih Rapat, Masjid Agung Belum Terapkan Physical Distancing

Prosesi Shalat Jumat tetap digelar seperti bisa di Masjid Agung Baitul Ghafur Aceh Barat Daya (Abdya) pada Jumat (3/4/2020) siang

SERAMBI/ZAINUN YUSUF
Saf jamaah Shalat Jumat di Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Desa Seunaloh, Blangpidie masih rapat karena belum menerapkan physical distancing, Jumat (3/4/2020) 

BLANGPIDIE - Prosesi Shalat Jumat tetap digelar seperti bisa di Masjid Agung Baitul Ghafur Aceh Barat Daya (Abdya) pada Jumat (3/4/2020) siang. Hal serupa juga dilaksanakan pada 157 masjid yang tersebar di 152 desa dalam sembilan kecamatan di kabupaten setempat. Bahkan, kondisi saf para jamaah juga masih rapat seperti kondisi normal, karena belum ada penerapan physical distancing atau menjaga jarak minimal 1 meter.

Pantauan Serambi di Masjid Agung Baitul Ghafur di Desa Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, yang bertindak sebagai Khatib adalah Tgk Burhanuddin, dengan Imam Tgk Muhammad, dan Muazin Tgk Rahmad. Seperti Shalat Jumat pekan sebelumnya, Imam Tgk Muhammad juga membaca Qunut Nazilah (doa tolak bala) yang diikuti dengan khusyuk semua jamaah. Usai shalat, imam membacakan doa, termasuk Qunut Nazilah untuk memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan bala dan bahaya.

Dibandingkan pekan lalu, prosesi Shalat Jumat kali ini agak sedikit jamaah yang hadir. Diduga sebagian warga memilih tidak keluar rumah dan memilih Shalat Zuhur di rumah mengikuti imbauan pemerintah untuk menghindari keramaian guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.  Di sisi lain, pengurus Masjid Agung Abdya itu juga belum menerapkan physical distancing atau jaga jarak fisik antarjamaah pada prosesi Shalat Jumat kali ini. Masjid-masjid lain di kawasan Abdya, dilaporkan juga belum menerapkan saf jarang-jarang minimal 1 meter tersebut.

Plt Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Abdya, Ubaidillah kepada Serambi, Jumat (3/4/2020), menjelaskan, untuk sementara ini kegiatan Shalat Jumat tetap dilaksanakan di Masjid Agung Baitul Ghafur dan masjid-masjid lainnya di kabupaten setempat. Menyangkut telah keluarnya Tausiah Majelis Permusyawatan Ulama (MPU) Aceh Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Ibadah dan Kegiatan Sosial Keagamaan dalam Kondisi Darurat, menurut Ubaidillah, Dewan Pengurus Masjid Agung Baitul Ghafur segera menggelar rapat untuk membicarakan hal tersebut, termasuk penerapan physical distancing.

“Dewan pengurus masjid agung akan segera mengadakan rapat membahas Tausiah MPU Aceh itu,” ujarnya kepada Serambi, kemarin. Seperti diketahui, salah satu butir Tausiah MPU Aceh adalah seorang muslim boleh tidak melaksanakan Shalat Jumat, jika dalam kondisi darurat dan menggantinya dengan Shalat Zuhur. Tausiah itu lahir dari rapat pimpinan khusus MPU sejak Selasa (31/3/2020) lalu.

Kecuali itu, terang Ubaidillah, Dewan Pengurus Masjid Agung Baitul Ghafur juga perlu meminta pertimbangan Pemkab Abdya terkait pelaksanaan Shalat Jumat. Sebab, ulasnya, yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan Shalat Jumat adalah banyak jamaah berkumpul sehingga rentan penyebaran virus corona yang sedang mewabah sekarang ini.

Sementara itu, pengurus Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya memasang spanduk pemberitahuan di depan masjid sebagai informasi kepada masyakarat terkait kegiatan yang masih dilaksanakan dan yang sudah ditiadakan sementara. Spanduk yang digantung pada dinding depan masjid itu bertuliskan, bahwa shalat tetap berjamaah seperti biasa, namun seluruh kegiatan selain shalat dihentikan sementara waktu.

Salah satu kegiatan yang dihentikan atau ditiadakan sementara waktu di Masjid Agung Abdya tersebut adalah acara akad nikah (ijab kabul), termasuk kegiatan foto prewedding pasangan yang menikah. Sebelumnya, masjid kebanggaan masyarakat Abdya itu memang menjadi favorit bagi warga sebagai tempat mengucap akad pernikahan, termasuk juga melakukan sesi foto prewedding.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved