Breaking News:

CORONA SERANG DUNIA

Harimau Malaysia Sakit Corona di New York, Begini Kondisi Nadia Sekarang

Seekor harimau asal Malaysia di Kebun Binatang Bronx, New York, AS dinyatakan positif penyakit virus corona, COVID-19

Penulis: M Nur Pakar | Editor: M Nur Pakar
MARC PISCOTTY / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Harimau yang diselamatkan dari Taman Bintang Joe Exotic tampak rileks di kebun binatang Keenesburg, Corolado, AS pada Minggu (5/4/2020). 

Harimau Malaysia Sakit Corona di New York, Begini Kondisi Nadia Sekarang

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Seekor harimau asal Malaysia di Kebun Binatang Bronx, New York, AS dinyatakan positif penyakit virus corona, COVID-19 pada Minggu (5/4/2020).

Pejabat kebun binatang melaporkan kucing besar itu tertular virus dari pengasuh yang tidak menunjukkan gejala saat itu.

Harimau Malaysia berusia empat tahun bernama Nadia itu bersama saudara perempuannya Azul, dua harimau Amur dan tiga singa Afrika terserang batuk kering dan diperkirakan segera pulih sepenuhnya, kata Wildlife Conservation Society yang mengelola kebun binatang kota itu dalam sebuah pernyataan.

Ilmuwan Ungkapkan Lockdown Virus Corona Mengubah Cara Bumi Bergerak, Ini Penjelasannya

"Kami menguji kucing besar itu dengan sangat hati-hati dan akan memastikan setiap pengetahuan yang kami peroleh tentang COVID-19 dan akan berkontribusi pada pemahaman dunia tentang virus corona baru ini," kata pernyataan itu yang dikirim kepada AFP, Senin (6/4/2020).

"Meskipun mengalami penurunan nafsu makan, kucing-kucing besar di Kebun Binatang Bronx dinyatakan masih baik-baik saja," tambah pernyataan itu .

"Tidak diketahui bagaimana penyakit ini berkembang pada kucing besar karena spesies yang berbeda dapat bereaksi secara berbeda terhadap virus baru, tetapi kami akan terus memantau secara seksama dan berupaya memulihkan segera,” tambah pernyataan itu.

Masker Kain Bisa Tangkal 70 Persen Virus Corona, Harus Rajin Dicuci Pakai Sabun

Empat kebun binatang dan akuarium di New York, AS yang telah mencatat kematian akibat virus sekitar 4.000 orang telah ditutup sejak 16 Maret 2020.

Kebun binatang itu menegaskan tidak ada bukti, bahwa hewan memiliki peran dalam menyebarkan COVID-19 kepada orang lain, selain peristiwa awal di pasar Wuhan, Cina.

Bahkan tidak ada bukti bahwa ada orang yang terinfeksi COVID-19 di AS oleh binatang, termasuk dari anjing atau kucing peliharaan.

Ditpolairud Polda Aceh Semprot Kapal Nelayan yang Pulang dan Akan Berangkat Melaut

Pejabat pengontrol penyakit Cina telah mengidentifikasi hewan liar yang dijual di pasar Wuhan sebagai sumber pandemi virus corona yang telah menginfeksi lebih dari satu juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 70.000 orang.

Menurut situs web Departemen Pertanian AS, belum ada laporan tentang hewan peliharaan atau hewan lain di Amerika Serikat yang jatuh sakit karena virus corona, sebelum berita tentang harimau Nadia.

"Masih direkomendasikan bahwa orang yang sakit dengan COVID-19 harus membatasi kontak dengan hewan," kata situs web departemen itu.

Pada akhir Maret 2020, seekor kucing peliharaan ditemukan terinfeksi virus corona baru di Belgia, mengikuti kasus serupa di Hong Kong di mana dua anjing dinyatakan positif COVID-19.

Semua hewan itu diyakini tertular virus dari orang yang tinggal bersama mereka.(*)

Usai Kembali dari Dubai, Pemberi Makan 1.500 Orang Positif Corona

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved