Breaking News:

Krisis Masker

Harga Masker Gila-gilaan, Anjuran Jokowi Sulit Dipenuhi, Ini Saran Forum PRB untuk Pemerintah Aceh

Bayangkan saja, harga masker yang dalam kondisi nornal Rp 50.000 hingga Rp 75.000 per boks isi 50 pcs kini dijual hingga Rp 350.000.

Penulis: Misran Asri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh, Nasir Nurdin 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anjuran Presiden Jokowi yang mewajibkan rakyat mengenakan masker setiap keluar rumah guna menghindari paparan virus corona ternyata tidak gampang diikuti oleh masyarakat, termasuk di Aceh.

Bayangkan saja, harga masker yang dalam kondisi nornal Rp 50.000 hingga Rp 75.000 per boks isi 50 pcs kini dijual hingga Rp 350.000.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh, Nasir Nurdin mengatakan, menyusul keluarnya anjuran Presiden Jokowi yang mewajibkan rakyat mengenakan masker setiap keluar rumah, langsung saja harga pelindung mulut dan hidung itu melambung secara tidak wajar dan tanpa kontrol.

Pelacakan sepanjang Senin (6/4/2020), menurut Nasir, masker hampir tak ditemukan di toko-toko, apotek maupun pasar swalayan. Namun, barang tersebut gampang ditemukan di jaringan pasar gelap, baik yang ada di tangan penjual pribadi maupun pemesanan melalui layanan online di perusahaan tertentu, misalnya di Jakarta dan Bandung.

500.000 Unit Alat Rapid Test Sudah Didistribusikan ke Seluruh Indonesia

Kabar Baik, Tren Kasus Infeksi COVID-19 di Beberapa Negara Turun, 1000 Pasien di Malaysia Sembuh

Vanuatu Bebas Corona, Monster Badai Datang

Pembelian melalui jaringan di luar daerah harus bayar di depan. Harga berkisar antara Rp 340.000 sampai Rp 350.000 per boks isi 50 lembar untuk jenis masker pabrikan.

Ada juga dari bahan kain yang dijahit oleh kelompok usaha kecil dijual seharga Rp 50.000 untuk satu ikat sebanyak 12 lembar.

“Pemesanan datang dari seluruh Indonesia. Bapak harus segera kasih jawaban biar kita keep terus, kalau tidak kami akan melayani untuk orang lain,” kata seorang agen penjualan masker di Bandung, sebagaimana dikutip Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin.

Menurut Nasir, sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi mengenai langkah apa yang akan dilakukan Pemerintah Aceh menyikapi keperluan masker untuk masyarakat sekaligus menjawab anjuran Presiden Jokowi.

Namun, lanjut Nasir Nurdin, berdasarkan diskusi pihaknya di kalangan internal maupun lintas organisasi sosial dan kemanusiaan, muncul desakan agar persoalan ini segera dicarikan solusinya.

Nasir mengutip hasil diskusinya dengan Ketua Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Husaini Ismail. “Ini persoalan serius dan darurat. Kami sependapat jika masalah ini masuk dalam refocusing APBA 2020,” tandas Nasir.

Dengan adanya alokasi anggaran untuk pemenuhan kebutuhan masker rakyat di tengah wabah covid-19, lanjut Nasir, maka Pemerintah Aceh melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bisa mengerahkan tukang jahit atau kelompok usaha di desa-desa.

“Pakai saja sistem PL untuk setiap kampung. Ini juga salah satu cara agar terjadi cash transfer ke masyarakat di tengah terhentinya denyut ekonomi sekarang ini,” demikian Ketua Forum PRB Aceh.

Seperti diketahui, kebijakan Presiden Jokowi yang mewajibkan masyarakat menggunakan masker saat keluar rumah disuarakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Corona, Achmad Yurianto saat konferensi pers, Minggu (5/4).

Kebijakan yang diambil Jokowi dilandasi oleh anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dulu sebelum wabah corona menjadi pandemi, WHO hanya menganjurkan penggunaan masker bagi yang sakit.

Namun karena jumlah penderita sudah semakin banyak dan transmisi cepat terjadi, anjuran itu pun diubah.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 tidak menganjurkan penggunaan masker bedah dan N95 untuk masyarakat karena jenis itu hanya diperuntukkan bagi tim medis.

"Semua harus menggunakan masker. Masker bedah dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan. Gunakan masker kain. Ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala didapatkan di luar," ujar Achmad Yurianto.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved