Kupi Beungoh

Sembako di Antara Tiga Jalur Virus Corona

Solusinya (untuk menghambat masuk virus), menurut sahabatku, sangat sederhana. Mata pakai kacamata, hidung dan mulut pakai masker.

HO/SERAMBINEWS.COM
Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin. 

“Maaf, Abangda kalau saya salah. Saya nggak bisa bayangkan apa jadinya (Aceh) kalau diberlakukan PSBB seperti Jakarta.”

“Solusinya, ya itu tadi, penuhi kebutuhan masker dan kacamata untuk rakyat. Kemudian biarkan mereka beraktivitas (bekerja) di bawah aturan yang terukur dan pengawasan ketat.”

Nah, sekarang saya balik bertanya, bagaimana pendapat Abangda?

Mendapat pertanyaan dadakan itu, saya seperti tersedak.

“Saya tak bisa menjawab setuju atau tidak, bukankah segala sesuatu itu harus melalui analisa dan pengkajian mendalam?,” jawabku.

“Kalau begitu, tolong Abangda sampaikan jalan pikiran saya. Kemana Abangda sampaikan?,” tanyanya.

“Sebagai orang media, saya sampaikan melalui media saya. Kita dorong otoritas menyediakan masker dan kacamata untuk rakyat guna menutup pintu masuk virus. Sembako bukan solusi. Biarkan rakyat bekerja mencari rezeki dengan peraturan terukur dan pengawasan yang ketat. Begitu, kan?”

“Cocok, Abangda. Maaf kalau saya salah,” tutupnya.(*)

*) PENULIS adalah Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Aceh dan wartawan Serambi Indonesia Group.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved