Breaking News:

Tiga PDP asal Aceh yang Positif Berdasarkan Rapid Test Ternyata Hasil Swab-nya Semua Negatif Corona

Dalam dokumen yang dikirimkan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta pada tanggal 10 April 2020 itu dinyatakan bahwa ketiganya negatif Covid-19.

SERAMBINEWS.COM/ SUBUR DANI
Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT-(K) Spine FICS memberi keterangan kepada awak media, seusai peninjauan ruang khusus perawatan pasien corona virus bersama Anggota Komisi V DPRA di RSUZA, Selasa (28/1/2020). 

Oleh karena itu, ia dirujuk ke RSUZA Banda Aceh untuk menjalani pengambilan spesimen dari tenggorokannya, kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta.

"Alhamdulillah, hasil swab ketiga PDP itu negatif. Realitas ini kembali membuktikan bahwa hasil rapid test memang harus diuji lagi akurasinya, yakni melalui pemeriksaan spesimen tenggorokan pasien di laboratorium yang telah ditetapkan pemerintah, dalam hal ini adalah Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta," kata Azharuddin.

Korea Selatan Melaporkan 91 Orang Kembali Positif Virus Corona untuk Kedua Kalinya

14 Orang Digerebek Pesta Seks di Hotel Makassar, Berikut Faktanya: Mucikari Suami Istri

Pengakuan Pria yang Ajak 80 Wanita Kesepian Berkencan, Korban Terakhir Tewas Karena Lemas

Azhar menambahkan, semoga ke depan publik semakin paham terhadap manfaat dan fungsi rapid test sehingga tidak gegabah mengklaim bahwa pasien yang atas indikasi rapid test di daerah positif corona, maka akan otomatis sama hasilnya dengan pemeriksaan hasil swab pasien.

"Cuma ya kita harus sabar menunggu, hasilnya baru keluar 5-7 hari. Maklum, swab yang diperiksa dari seluruh Indonesia. Jadi, antreannya panjang," kata Azhar.

Dengan adanya data terbaru ini maka jumlah pasien positif corona di Aceh masih lima orang. Pasien pertama berinisial AA meninggal dalam rawatan di RSUZA.

Dua orang lagi pria dari Aceh Besar. Keduanya dinyatakan sembuh dan sudah kembali ke rumah.

Satu lagi pasien perempuan dari Banda Aceh, berumur 60 tahun. Ini pun dinyatakan sembuh dan sudah kembali ke rumah.

Namun, suaminya masih positif corona dan dirawat lanjutan di RSUZA. Selain corona, yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta (komorbid), yakni diabetes mellitus. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved