Sabtu, 16 Mei 2026

Warga Aceh Sulit Cari Makanan Pasca Perpanjangan Lockdown di Malaysia  

Puluhan ribu warga Aceh di Malaysia dilaporkan semakin kesulitan mencari makanan, setelah Pemerintah Malaysia memperpanjangan

Tayang:
Editor: bakri
www.serambitv.com
Anggota DPD RI Asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma pada Sabtu (11/4/2020) mendatangi orang tua TKI asal Aceh di Desa Blang Cut Kecamatan Meurah Mulia Aceh Utara untuk memfasilitasi pemulangan. 

LHOKSUKON – Puluhan ribu warga Aceh di Malaysia dilaporkan semakin kesulitan mencari makanan, setelah Pemerintah Malaysia memperpanjangan masa lockdown (penguncian akses masuk dan keluar) sampai 28 April mendatang. Hal ini untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Perpanjangan tersebut adalah fase ketiga sehingga stok makanan yang tersedia kian menipis bahkan habis. Negeri Jiran ini pertama kali menerapkan lockdown pada 18 hingga 31 Maret, kemudian diperpanjang lagi sampai 14 April. Untuk fase ketiga, Malaysia kembali memperpanjang sampai 28 April 2020.

Informasi tersebut diperoleh Serambi ketika anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma, ketika mendatangi rumah TKI Aceh di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Sabtu (11/4/2020). Pasalnya, TKI tersebut mengaku kepada orang tuanya tidak memiliki stok makanan dan ada yang sakit.

Informasi serupa juga disampaikan Nazaruddin alias Abu Saba, warga Aceh yang berada di Malaysia. “Ia, memang banyak sekali warga Aceh yang tak memiliki stok makanan lagi, karena mereka tak bisa keluar rumah,” lapor Abu Saba. Terbanyak warga Aceh yang terancam kelaparan berada di Kelantan, Terengganu, Kuantan, dan Negeri Sembilan.

Warga Aceh di sana tak bisa keluar rumah meskipun memiliki paspor, jika tak memiliki surat izin. “Sebab, taksi atau apapun transportasi tidak bersedia mengantar penumpang jika tidak memiliki surat izin. Apalagi, bagi warga yang tak memiliki atau masa paspornya sudah berakhir,” ujar Abu Saba.

Menurut Abu Saba, pihaknya mulai 18 Maret sudah menggalang dana dari pengusaha dan warga Aceh di Malaysia untuk menyalurkan bantuan sembako kepada warga lain. Namun, pihaknya kesulitan karena warga yang bisa keluar rumah, hanya beberapa orang saja, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menyalurkan bantuan. “Izin untuk menyalurkan bantuan hanya diberikan dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB,” ungkap Abu Saba.

Sementara itu, Haji Uma mengaku juga mendapat informasi serupa terkait banyak warga Aceh di Malaysia yang kesulitan mencari makanan. “Saya baru bisa keluar rumah setelah 14 hari, karena saya juga dalam masa pemantauan usai pulang dari Jakarta,” ujar Haji Uma.

Pada kesempatan itu, Haji Uma juga menyebutkan, ada warga di Blang Cut, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara yang mengadukan persoalan anaknya dan saudaranya yang tak memiliki stok makanan. Kini mereka berencana pulang dari Malaysia ke Aceh, tapi tak memiliki uang. Untuk memastikan informasi tersebut, Haji Uma langsung ke rumah orang tua TKI tersebut.

“Terkait ada dua TKI yang meminta bantu fasilitasi untuk pemulangan sudah kita teruskan kepada relawan NKRI yang berada di sana. Kecuali itu, juga sudah kita teruskan kepada KBRI di Malaysia,” sebut Haji Uma. Selain itu, dirinya juga sudah meminta kepada relawan NKRI untuk membantu menyalurkan bantuan kepada warga Aceh di Malaysia.(jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved