Semua Pasien Positif Corona Sembuh
Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Minggu (12/4/2020) siang, kembali menerima kabar gembira
BANDA ACEH - Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Minggu (12/4/2020) siang, kembali menerima kabar gembira. Satu pasien positif Corona yang selama ini masih dirawat di Respiaratory Intensive Care Unit (RICU) rumah sakit itu, akhirnya dinyatakan negatif Covid-19. Pasien yang dinyatakan pulih dari jangkitan virus tersebut adalah Aj, 60 tahun, laki-laki, asal Banda Aceh. Dengan demikian, semua pasien yang sebelumnya positif Corona di Aceh dinyatakan sembuh, kecuali satu orang yang sudah meninggal dunia.
Seperti diketahui, dari sejumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUZA, lima orang dinyatakan positif terinfeksi Corona. Dari lima orang tersebut, satu pasien berinisial AA, asal Lhokseumawe, sudah lebih dulu meninggal dunia sebelum keluar hasil pemeriksaan swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Kemenkes RI di Jakarta. Sementara tiga lainnya dinyatakan sembuh pada Sabtu (4/4/2020).
Mereka adalah IB, 60 tahun, laki-laki, asal Aceh Besar. Lalu, YRP, 23 tahun, laki-laki, asal Banda Aceh, serta IA, 60 tahun, perempuan, asal Banda Aceh. Kemudian, pada Minggu (5/4/2020), ketiganya dipulangkan dari RSUZA dan selanjutnya berkumpul kembali bersama keluarga di rumah masing-masing. Adapun Aj yang kemarin dinyatakan sembuh, rencananya Senin (13/4/2020) hari ini juga akan dipulangkan ke rumahnya.
Direktur RSUZA, dr Azharuddin, mengatakan, Aj dinyatakan pulih dari Covid-19 setelah
dokumen hasil pemeriksaan swab spesimen tenggorokannya yang dikirim Balai Besar Laboratorium Kesehatan Kemenkes RI di Jakarta, ke pihaknya pada Minggu (12/4/2020), menyatakan bahwa pasien tersebut negatif Corona. Menurut Azharuddin, surat pengantar maupun lampiran hasil swab nasofaring dan orofaring yang dilakukan terhadap Aj ditandatangani oleh Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Kemenkes RI, dr Niken Wastu Palupi MKM.
Lampiran dokumen itu sebenarnya memuat tiga nama. Nama lain berinisial PS (61), warga Kota Subulussalam. Tapi, pasien yang satu ini sudah dinyatakan negatif hasil pemeriksaan swab-nya pada 10 April 2020 (dan sudah disiarkan Serambi), meski versi rapid test di RSUD Subulussalam yang bersangkutan dinyatakan positif Corona. RSUZA, sebutnya, tidak punya cukup informasi mengapa nama PS dicantumkan dua kali oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta hanya dalam selang dua hari.
Dalam lampiran hasil lab tertanggal 12 April 2020 itu juga tercantum nama lain yang berinisial LP (25), warga asal Pulau Jawa. Pria ini merupakan pekerja jalan tol Banda Aceh-Sigli yang sempat demam dan batuk. Khawatir itu gejala corona, ia pun datang sendiri, tanpa rujukan, ke RSUZA. Spesimen swab tenggorokannya tetap dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta.
Swab-nya juga keluar hari ini (kemarin-red) dan hasilnya negatif. Hasil tersebut sama dengan hasil rapid test yang dilakukan terhadap LP di Banda Aceh, pada 31 Maret 2020 lalu. "Dalam lampiran surat pengantar itu disebutkan bahwa pasien dengan inisial PS, Aj, dan LP (ketiganya laki-laki) negatif Covid-19," ungkap Azharudin, kepada Serambi, di Banda Aceh, Minggu (12/4/2020) siang. "Alhamdulillah, kita berhasil merawat Pak Aj sampai negatif dan klinisnya membaik. Insya Allah besok (hari ini-red) beliau bisa pulang," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Aj (60), adalah satu-satunya pasien positif Corona yang masih dirawat di RSUZA. Sebab, selain Corona, ia juga memiliki penyakit penyerta (komorbid) yakni diabetes mellitus. Tapi, pada hari ini (kemarin-red), Aj sudah dinyatakan negatif Corona.
Pekan lalu, istrinya IA (60) serta dua pria lain yaitu IB (60) dan YRP (23), juga dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19 dan sudah kembali ke rumah.
Dengan keluarnya hasil swab Aj yang dinyatakan negatif Corona, berarti untuk saat ini tidak ada lagi pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUZA. "Kita berdoa agar tak ada lagi warga Aceh yang positif Covid-19 sambil tetap menjaga physical distancing dan social distancing yang terasa kian longgar setelah jam malam dicabut pekan lalu," kata Azharuddin.
Pada bagian lain, Azharuddin mengungkapkan, mssih ada tiga PDP lagi yang perlu diwaspadai karena hasil swab-nya belum keluar. Mereka terdiri atas seorang wanita asal Manggeng (Aceh Barat Daya), seorang pria dari Pidie, dan satu lagi pria yang berprofesi sebagai dokter THT dari Aceh Utara.
Update data
Penjelasan hampir sama juga disampaikan Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, secara terpisah, kemarin. “"Kita bersyukur kepada Allah SWT dan memberi apresiasi yang tinggi kepada tim medis Covid-19 RSUZA yang tidak pantang menyerah mengobati pasien-pasiennya melawan virus Corona," kata Saifullah.
Dalam rilis kepada Serambi, kemarin, ia juga menjelaskan, kondisi terkini penanganan Covid-19 di Aceh. Hingga 12 April 2020, pukul 15.00 WIB, sebutnya, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 1.373 kasus. “Bertambah 10 kasus dibanding Sabtu (11/4/2020) yaitu 1.363 kasus. Dari total ODP tersebut, 1.005 kasus sudah selesai proses pemantauan dan 368 masih dalam pemantauan petugas kesehatan," kata Saifullah.
Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP), sebutnya, masih sama dengan sehari sebelumnya yaitu sebanyak 60 kasus. “Dari jumlah tersebut, tiga pasien masih dirawat di rumah sakit rujukan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sedangkan 55 PDP lainnya sudah dibolehkan pulang,” pungkas pria yang akrab disapa SAG, ini.(dik/dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tiga-pasien-positif-corona-di-rsudza-dinyatakan-sembuh.jpg)