Breaking News:

Covid-19 Ancam Dunia Usaha

Wabah virus corona (Covid-19) yang kini melanda dunia, termasuk Aceh, semakin mengacam kehidupan berbagai sektor usaha

For serambinews.com
Makmur Budiman 

Dijelaskan, Banda Aceh sudah mendata ada 75 perusahaan yang sudah terdampak Covid-19. Bahkan ada beberapa hotel sudah stop operasional sementara, diantaranya Grand Aceh Hotel dan Grand Aceh Syariah. Ada juga yang sudah merumahkan karyawan dan membayar gaji karyawan 50 persen, seperti Hotel Kuala Radja.

“Hotel Medan tutup sementara. Hotel Oasis tutup sementara dan memberikan gaji kepada 71 karyawan berdasarkan jam kerja harian. Sementara Grand Nanggroe Hotel meliburkan karyawannya sesuai dengan surat gubernur. Begitu juga dengan Nusa Cendana Hotel, karyawan diliburkan dan gaji di bayar separuh. Hip Hop Hotel masih memperkerjakan karyawannya, gaji dibayar penuh, berarti masih operasi,” jelas Iskandar.

Sedangkan rumah sakit swasta, seperti RS Tengku Fakinah melakukan pengurangan jumlah hari kerja dan membayar upah kepada 197 karyawannya sebesar 75 persen. RS Pertamedika Ummi Rosnati tetap beroperasi dan membayar penuh gaji karyawan. Rumah Sakit Harapan Bunda tetap operasi dan membayar upah 362 karyawan sesuai jumlah kunjungan pasien dan jam kerja.

Iskandar juga mengatakan, ada beberapa pusat perbelanjaan sudah tutup sementara, tapi gaji karyawan dibayar sebesar 75 persen dari UMP, seperti PT Matahari Departemen Store Cabang Banda Aceh, Suzuya Setui. Tapi banyak juga, perusahaan yang masih beroperasi normal dengan memperkerjakan karyawan. Misalnya PT Fast Food Indonesia Cabang Banda Aceh, PT Prima Sarana Sejahtera, PT Home Center Indonesia, PT Alam Hijau Energi, PT Kimia Farma Trading, dan PT Penerbit Erlanga.

Kadis Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Iskandar Syukri mengakui, pihaknya sudah menerima laporan dari DPW Asosiasi Serikat Pekerja Buruh Indonesia Aceh terkait banyaknya buruh yang dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Pihak Asosiasi juga meminta Disnakermobduk Aceh untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. “Kita sudah menyurati perusahaan di Aceh, dengan melampirkan surat Edaran Menaker tersebut  tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid 19.

Dinsakermobduk menyarakankan kepada semua perusahaan, kata Iskandar Syukri, jangan cepat-cepat mengambil tindakan me PHK kan karyawannya, akibat dari dampak covid 19 ini.

“ Lakukan upaya pencegahan dan penanggulangan covid bersama, supaya jaringan virus corona nya cepat putus dan berakhir, sehingga kegiatan usaha bisa bangkit kembali,”ujar Iskandar Syukri. (mun/her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved