Breaking News:

Salam

Cabut Izin Usaha Yang  Tak Patuhi Jaga Jarak  

Pemerintah Kota dan Kabupaten di Aceh sudah mengeluarkan imbauan agar warung kopi, kafe, hingga tempat usaha lainnya

Serambinews.com
Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, berdialog, dengan pemilik kafe kawasan Simpang Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. 

Pemerintah Kota dan Kabupaten di Aceh sudah mengeluarkan imbauan agar warung kopi, kafe, hingga tempat usaha lainnya menerapkan physical distancing atau jaga jarak untuk pelanggannya. Kemudian, mewajibkan pekerja dan pelanggan mengenakan masker, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer untuk pelanggan. Namun, imbauan ini tak sepenuhnya dipatuhi dengan kenyataan masih banyak pelaku usaha yang memberikan pelayanan tanpa jaga jarak. Masih sangat banyak pelaku usaha dan pelanggan yang membandel terkait imbauan pencegahan Covid‑19.

Di Banda Aceh, misalnya, menurut pantauan Satpol PP dan WH setempat, pemilik usaha banyak yang tidak memberlakukan physical distancing, terutama di warung kopi dan kafe. Seharusnya, antar satu pelanggan dengan pelanggan lainnya diberi jarak kursinya, bahkan satu meja tidak boleh ditempati oleh banyak pelanggan. Pemilik warkop/kafe mestinya mengurangi jumlah kursi demi terterapkannya langkah‑langkah pencegahan virus Corona. Sedangkan pelanggan paling banyak melanggar yaitu tidak memakai masker. Padahal hampir semuanya memiliki masker yang dibawa ke warung kopi, tapi tidak memakainya.

Ke depan, jika masih ada yang tidak mengindahkan imbauan Forkopimda, maka akan diambil tindakan berupa sanksi. Sanskinya berupa teguran lisan, teguran tertulis, menyegel lokasi usaha, hingga paling berat akan dicabut izin usaha. "Tapi saat ini kami masih melakukan upaya persuasif kepada masyarakat," ujar Hidayat.

Sebelumnya Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman sudah berulang‑ulang secara tegas meminta para pelaku usaha kuliner di Banda Aceh supaya benar‑benar menerapkan jaga jarak sesuai protokol kesehatan. "Jika tidak, bisa kita cabut izinnya dan saya minta petugas Satpol PP, Polisi, dan TNI untuk mengamankan kebijakan ini," kata Aminullah. 

Upaya pemberian sanksi dengan mencabut izin itu, sebagai bentuk teguran keras kepada pemilik tempat usaha agar mematuhi imbauan pemerintah demi mencegah Covid‑19.  "Ini kita lakukan agar pemilik warkop, kafe, dan restoran punya kesadaran untuk mendukung upaya‑upaya yang tengah dilakukan pemerintah dalam mencegah wabah Corona," kta Wali Kota. 

Ancaman serupa sebelumnya sudah disampaikan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya terhadap sejumlah warung kopi dan kafe yang beroperasi tidak sesuai protokol kesehatan. Padahal, pemerintah mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga ke desa‑desa sudah cukup matang mengedukasi masyarakat dan pengusaha bagaimana beraktivitas yang benar sesuai protokol kesehatan terkait kian mewabahnya Covid‑19.

Menurut protokol kesehatan,  jarak aman antar kursi dan meja minimal 1,5 meter.

Selain menerapkan physical distancing, warkop, kafe, dan restoran juga diminta menyediakan tempat cuci tangan (wastafel) atau hand sanitizer yang jumlahnya memadai.  Lalu, pekerja dan pengunjung untuk mengenakan masker. Para pengunjung diminta untuk tidak berlama‑lama nongkrong di Warkop.  Selama masih mewabahnya virus Corona, masyarakat diminta membiasakan diri untuk tidak berlama‑lama di warung kopi. Bahkan diminta membeli kopi bungkus, minum di rumah.

Dari pengalaman dua wali kota tadi, memperlihatkan bahwa mengubah budaya seharihari masyarakat menjadi hambatan berat dalam mengantisipasi Covid‑19 di Aceh. Kerja keras aparat pemerintah, polisi, dan militer menyosialisasikan protokol kesehatan selama mewabahnya Corona, belum cukup efektif atau masih kurang dipatuhi.

Ulama dan tokoh agama bahkan sudah berulang‑ulang pula mengingatkan umat supaya mematuhi anjuran pemerintah dalam rangka perang melawan Corona ini. Namun, tetap saja seruan seperti terabaikan oleh banyak orang.

Oleh sebab itu, ke depannya sudah harus ada tindakan yang tegas, semisal memncabut izin. Sebab, pengedukasian protokol kesehatan sudah berlangsung lebih dua bulan. Jadi, siapapun  yang tidak mematuhinya bukan tidak paham, tapi memang bandel.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved