KONI Aceh Tunggu Putusan Pusat
KONI Aceh akan menunggu keputusan Pemerintah Pusat terkait ditundanya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua
BANDA ACEH - KONI Aceh akan menunggu keputusan Pemerintah Pusat terkait ditundanya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, Oktober mendatang. Wacana penundaan even empat tahun itu menyusul pandemi virus corona melanda tanah air.
“Kita serahkan saja kepada keputusan pusat. Aceh akan mengikuti apa yang ditetapkan oleh pemerintah. Saat ini, kita punya tugas bagaimana menyiapkan atlet dalam Pelatda,” ungkap Ketua Umum KONI Aceh, H Muzakir Manaf ketika menjawab wartawan seusai pembukaan Pelatda PON, Rabu (15/4/2020).
Sebelumnya, Mualem–sapaan akrab Muzakir Manaf–melakukan konferensi pers di Kantor KONI Aceh. Ia didampingi Ketua Harian, H Kamaruddin Abu Bakar, Ketua Pelatda Drs H Bachtiar Hasan MPd, wakil ketua HT Rayuan Sukma, Ir Faisal Saifuddin, Syafriel Anthony, Sekum KONI, M Nasir Syamaun MPA, dan bendahara umum, Kennedy Husein.
Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar mengakui, kalau ia sebelumnya dihubungi langsung Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman. “Ternyata, bukan Aceh saja yang dihubungi. Semua provinsi juga dihubungi guna membicarakan wacana penundaan PON,” kata Abu Razak–sapaan akrab Kamaruddin Abu Bakar–.
Dalam pembicaraan dengan Marciano Norman saat itu, Abu Razak mengungkapkan, bahwa ia mengusulkan sejumlah opsi kepada KONI Pusat mengenai PON ditunda. Di mana dia mengusulkan supaya pesta empat tahunan tersebut diundur hingga Desember 2020.
Kecuali itu, tambah Abu Razak, ia meminta kepada KONI Pusat agar jadwal PON 2020 itu digeser pada Maret 2021. Hanya saja, usulan tersebut tentu saja harus dikaji lebih mendalam lagi. “Itu opsi yang kita sampaikan kepada Ketua Umum KONI Pusat,” sebutnya.
Meski sejumlah provinsi dan Komisi X DPR RI sudah mewacanakan penundaan PON 2020, Abu Razak menegaskan, KONI Aceh akan menunggu keputusan final dari pemerintah pusat. “Bagi kita saat ini, sebelum ada putusan dari pemerintah, Aceh harus konsentrasi menyiapkan atlet dan Pelatda,” tegasnya.
Sebelumnya, Mualem secara resmi membuka Pelatda bagi 131 atlet dari 25 cabang olahraga untuk menghadapi PON 2020 di Papua. Mereka berasal dari atlet yang berhasil lolos dari Prakulifikasi PON, dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumatera di Bengkulu, Oktober 2019.
Untuk atlet yang lolos dengan meraih medali masuk dalam kategori pertama. Cabang ini akan menjalani masa Pelatda delapan bulan. Di mana selama dua bulan berlatih secara desentralisasi dimulai 17 Februari hingga 18 April 2020. “Sementara enam bulan sentralisasi dimulai 19 April sampai 18 Oktober 2020 mendatang,” kata Mualem.
Sedangkan kategori kedua, jelas Ketua Umum KONI Aceh, cabang olahraga yang lolos tanpa medali. Mereka akan berlatih selama enam bulan. Yakni satu bulan desentralisasi dimulai 20 Mai hingga 19 Juni, dan sentralisasi empat bulan yang dimulai 20 Juni hingga 18 Oktober 2020.(ran)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-umum-koni-aceh-muzakir-manaf-saat-memberi-keterangan-mengenai.jpg)