Corona Serang Dunia
Inggris Masih Lockdown, Ini Rencana Liga Premier
Kerajaan Inggris masih dalam status lockdown atau karantina total bagi seluruh warganya yang direncanakan sampai 7 Mei 2020.
SERAMBINEWS.COM, LONDON - Kerajaan Inggris masih dalam status lockdown atau karantina total bagi seluruh warganya yang direncanakan sampai 7 Mei 2020.
Klub-klub Liga Premier melakukan pertemuan mendadak pada Jumat (17/4/2020) untuk membahas jadwal pertandingan yang baru berjalan setengah kompetisi.
Klub Setan Merah, Liverpool masih memuncaki klasemen sementara dan jika kompetisi diakhiri, maka klub Kota London itu akan menjadi juara Liga Premier.
Dalam pertemuan awal, sejumlah klub berkomitmen menyelesaikan kompetisi.
Tetapi, tidak ada yang berani menetapkan batas waktu sampai 30 Juni untuk menyelesaikan seluruh pertandingan .
• Klub Liga Inggris Usulkan Ide Gila, Lanjutkan Kompetisi di Cina
Dengan terus meningkatnya korban virus Corona, COVID-19, sebanyak sembilan klub tertarik untuk menyelesaikan pertandingan pada akhir Juni 2020.
Namun 20 klub tidak membicarakan penyelesaian 92 pertandingan Liga Premier yang tersisa dalam pertemuan para pemimpin klub melalui teleconference, Jumat (17/4/2020).
Dengan kekhawatiran kegagalan untuk menyelesaikan musim ini, bisa membuat Liga Premier mengalami kerugian sampai 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18,7 triliun.
Melihat hal itu, para pemimpin klub melihat berbagai pilihan untuk kemungkinan kembali beraksi.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johsnon merencanakan lockdown sampai 7 Mei untuk membatasi penyebaran COVID-19.
Kebijakan itu telah menyebabkan sepak bola Inggris terus menunggu.
• Bila Liga Inggris Dilanjutkan Juli 2020, Maka Tiga Pemain Liverpool Ini Gagal Angkat Trofi
Ada rencana, klub-klub akan dimainkan secara tertutup, jika kompetisi dapat dilanjutkan, seiring pembatasan pertemuan massal, kemungkinan akan berlangsung lama.
Pernyataan Liga Premier mengatakan sejumlah skenario sedang diatur.
"Kesehatan dan kesejahteraan para pemain, pelatih, manajer, staf klub, dan pendukung adalah prioritas kami dan liga hanya akan dimulai kembali jika ada saran dari petugas medis," kata Liga Premier.
"Rapat pemegang saham memberikan kesempatan untuk membahas penjadwalan yang mungkin dapat dilaksanakan. Tetap menjadi tujuan kami untuk menyelesaikan musim 2019/20, tetapi pada tahap ini, semua tanggal bersifat sementara, dan harus menunggu dampak COVID-19 berakhir."
Klub-klub Liga Premier prihatin dengan implikasi aturan FIFA pada 30 Juni 2019 lalu, yaitu ketika kontrak pemain berakhir.
FIFA, badan pengatur sepak bola dunia, telah mengusulkan agar kontrak diperpanjang dengan kesepakatan bersama sampai musim klub benar-benar berakhir.
Klub-klub Liga Premier masih mengadakan diskusi dengan para pemain mengenai pemotongan gaji.
Para pemain dikritik secara luas karena lamban menyetujui pemotongan gaji.
Sehingga, klub-klub mendapat kemarahan dari mantan pemain dan penggemar oleh staf yang tidak cuti.
Liverpool, Tottenham dan Bournemouth sejak itu membalikkan keputusan mereka untuk menggunakan skema cuti pemerintah.
Southampton menjadi klub pertama yang menandatangani perjanjian pemotongan gaji dengan para pemain mereka pekan lalu.
• Kabar Buruk Bagi Liga Inggris, Pelatih Arsenal Mikel Arteta Positif Terjangkit Virus Corona
Dilaporkan Arsenal juga hampir menyetujui pemotongan gaji 12,5 persen dengan para pemain..
Pemain tertarik, karena gaji yang dipotong digunakan untuk membantu Layanan Kesehatan Nasional Inggris dan badan amal .
"Kami sangat menyadari kesulitan yang ditimbulkan COVID-19 dan pikiran kami adalah semua terkena dampak pandemi," tambah pernyataan Liga Premier.
"Menanggapi pandemi, Liga Premier, klub dan pemain kami telah memberikan dukungan bagi masyarakat dan NHS dan akan terus melakukannya setelah pertandingan dimulai kembali."(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/stadion-southampton.jpg)