Teuku Riefky Harsya Sekjen Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menunjuk, Teuku Riefky Harsya, sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen)
BANDA ACEH - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menunjuk, Teuku Riefky Harsya, sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pengurus Partai (DPP) Partai Demokrat periode kepengurusan 2020-2025, menggantikan posisi Hinca Pandjaitan.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), lewat akun Instagram-nya, @agusyudhoyono, Rabu (15/4/2020) malam. "Bapak dan Ibu sekalian, Sekjen Demokrat masa bakti 2020-2025 adalah Saudara Teuku Riefky Harsya," kata AHY.
AHY sempat memaparkan perjalanan karir politik Riefky, mulai dari sejak bergabung bersama Partai Demokrat hingga akhirnya menjabat sebagai Sekjen Partai. Dalam pidatonya, AHY mengatakan, Riefky dalam melaksanakan tugasnya akan didampingi sebanyak 10 Wakil Sekretaris Jenderal. Mereka adalah Andi Timo Pangerang, Putu Supadma Rudana, Renanda Bachtiar, Inggrid Kansil, Muhammad Rifai Darus, Siti Nur Azizah, Jansen Sitindaon, Imelda Sari, Irwan, serta Agust Jovan Latuconsina.
Selain itu, AHY juga menunjuk enam kader Demokrat untuk menduduki jabatan Wakil Ketua Umum. Mereka adalah Benny Kabur Harman, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang merupakan adik AHY, Marwan Cik Asan, Vera Febrianti Ramungkang, Willem Wandik, serta Yansen Tipa Padan.
Bagi masyarakat Aceh, nama Teuku Riefky Harsya tentu terdengar tak asing. Maklum saja, dia sudah empat kali duduk sebagai Anggota DPR-RI mewakili rakyat Aceh. Ia juga bukan orang baru di Partai Demokrat. Putra Aceh kelahiran Jakarta, 28 Juni 1972 ini telah bergabung sejak awal partai berlambang Bintang Mercy ini dibentuk.
Perjuangan politiknya dimulai dengan menjadi relawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2000. Riefky juga turut mengumpulkan KTP pendirian partai pada 2001, dan selanjutnya aktif dalam kepengurusan Partai Demokrat di DPC Jakarta Pusat (2002-2005).
Riefky berproses dari berbagai jabatan secara berjenjang, dari bawah hingga berbagai jabatan strategis di DPP Partai Demokrat selama 15 tahun terakhir. Termasuk menjadi Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat dan Wakil Komandan I KOGASMA (Komando Satuan Tugas Bersama) dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.
Di DPR RI, pria yang identik dengan kacamata ini mengawali karirnya pada usia 33 tahun ketika menjadi pengganti antar waktu (PAW) pada periode 2004–2009, menggantikan Almarhum Prof Rusli Ramly. Sejak saat itu, Riefky berhasil lolos tiga Pemilu Legislatif selanjutnya (2009, 2014, 2019) dan mencetak ‘hat trick’ dalam perolehan suara tertinggi di Provinsi Aceh. Bahkan pada periode 2009 secara persentase Ia menempati suara tertinggi ke-10 Nasional.
Selama menjadi Anggota DPR RI, Riefky terlibat aktif mengawal perdamaian dan pembangunan Aceh. Mulai dari membahas UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, pengawas BRR NAD-Nias, hingga mendorong percepatan berbagai program Pemerintah Pusat di Aceh, seperti Pembangunan PLTU Nagan Raya dan peningkatan elektrifikasi listrik di Aceh.
Riefky juga mengusahakan ratusan bantuan alat pertanian, pembangunan sarana dan prasarana kepada sekitar 800 sekolah. Termasuk memperjuangkan tambahan alokasi beasiswa (PIP & Bidik Misi) di luar kuota reguler yang diterima pemerintah daerah kepada lebih dari seperempat juta pelajar dan masasiswa di Aceh.
Pendidikan militer
Riefky lahir di Jakarta pada tanggal 28 Juni 1972. Ayahnya, Teuku Syahrul Mudadalam adalah seorang pengusaha sekaligus politisi Golkar. Karena itu bisa dimaklumi darah bisnis dan politisi ada pada diri Riefky. Sosok sang Ibu juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam membentuk kepribadian Riefky. Ibunya, Pocut Haslinda Azwar merupakan penulis Sejarah Islam Melayu-Nusantara.
Namun sebenarnya, Riefky muda sangat alergi dengan dunia politik. Ia bahkan berniat mengikuti jejak sang kakek di militer. Kakeknya, Teuku Abdul Hamid Azwar bukanlah orang sembarangan. Dia pejuang di bidang strategi militer yang lihai dalam penyediaan logistik.
Jasanya terhadap Republik ini tak sedikit. Dialah yang mendirikan API (Angkatan Pemuda Indonesia), sebuah embrio TNI di Aceh. Tahun 1947, Teuku Hamid Azwar bersama bersama beberapa perwira mendirikan Central Trading Corporation (CTC).
Dari bisnis tersebut, Teuku Hamid Azwar berhasil menyumbangkan sebuah kapal dengan nomor registrasi PBB 58 LB kepada ALRI. Teuku Abdul Hamid Azwar dan istrinya Cut Nyak Keumala Putri (Cut Nyak Djariah) juga menyumbangkan emasnya untuk membeli sebuah Pesawat Udara jenis Avro Anson RI 004 di Thailand.
Sosok sang Kakek menjadi inspirasi bagi Riefky muda, sehingga ia sempat terpikir masuk ke dunia militer dan menempuh pendidikan akademi militer di Norwich University Amerika Serikat (ARMY Roct) selama empat tahun. Namun nasib berkata lain, usai menamatkan pendidikan Akmil tahun 1994, tawaran dari Danjen Kopassus ketika itu agar ia masuk menjadi anggota TNI dan bergabung dalam Kopassus ditolaknya. Riefky memilih berbuat dari luar.
Ia kemudian menerapkan seluruh ilmu yang dimilikinya ke dalam dunia usaha, menggantikan sang ayah menjadi pebisnis. Sementara sang ayah Teuku Syahrul Muda terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Golkar.
Kini sebuah tanggung jawab besar ada di pundak Riefky. Pria berusia 48 tahun ini ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai. Ia berharap tanggung jawab tersebut bisa membuatnya berbuat lebih banyak untuk Indonesia dan khususnya untuk Aceh.
"Mohon doa restu masyarakat Aceh, sehingga saya bisa berbuat maksimal dan bermanfaat untuk Indonesia dan juga rakyat Aceh,” ujar suami dari Hj Dr Ir Adinda Yuanita MT ini.(yos)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/teuku-riefky-harsya-sebagai-sekretaris-jendral-sekjen-dewan-pengurus-partai-dpp.jpg)