Breaking News:

Salam

#DirumahAja dan Anekdot Banyaknya Ibu Hamil

ANEKDOT jumlah perempuan hamil meningkat selama masa “lockdown” kerap menghiasi media sosial dan fasilitas berbagi pesan

#DirumahAja dan Anekdot Banyaknya Ibu Hamil
IST

* Kisah Menggelitik di Balik Corona

ANEKDOT jumlah perempuan hamil meningkat selama masa “lockdown” kerap menghiasi media sosial dan fasilitas berbagi pesan. Benarkah faktanya demikian? Data dalam tulisan ini mungkin bisa menjadi perbandingan.

Stay at home dan #DirumahAja adalah di antara kalimat yang kerap menghiasi media massa dan media sosial. Kalimat ajakan tinggal di rumah tersebut, merupakan bagian dari kampanye pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Stay at home yang bermakna tinggal di rumah atau biasa dipakai dengan tagar (#) DirumahAja diyakini sebagai cara paling ampuh dalam memutus mata rantai virus corona. Karenanya, banyak pihak di berbagai negara mengampanyekan kalimat-kalimat ini.

Amatan Serambi, kampanye stay at home atau #DirumahAja yang kerap juga terbit di halaman depan Serambi Indoensia sebagai bagian upaya #MediaLawanCovid, berjalan efektif di Aceh Singkil. Banyak warga di negeri Syekh Abdurrauf ini memilih tinggal di rumah, terutama PNS yang jadwal masuk kantornya bergiliran selama wabah Covid-19.

Namun, ada kisah menggelitik yang kerap diceritakan para lelaki selama hampir sebulan berkumpul di rumah bersama istri dan anak-anaknya. Pengalaman tersebut biasanya dijadikan bahan guyonan ketika mendapat kesempatan bertemu dengan rekan kerja.

Mulai dari berat badan meningkat. Ini terjadi karena sehari-hari hanya makan mi dan telur. Sementara aktivitas mengeluarkan energi di luar rumah jarang dilakukan.

Ada juga yang menyebutkan stay at home berdampak pada peningkatan jumlah ibu-ibu hamil. Ini terjadi lantaran suami istri terus berdekatan di rumah.

Di media sosial anekdot perempuan hamil akibat terus berdekatan dengan suami selama wabah Corona kerap muncul. Bisa jadi benar atau sekedar guyonan.

Tapi entah kebetulan atau memang begitu adanya, banyak pihak memang memaparkan adanya kenaikan jumlah ibu hamil selama masa “lockdown” ini. "Selama Corona ini ibu hamil di desa saya meningkat. Mungkin ada 30 orang," kata Mohd Dhin, Kepala Desa Gosong Telaga Utara, Kecamatan Singkil Utara.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved