Polisi Pantau Rumah TKI dari Malaysia

Pendataan bukan lagi sekadar menyangkut jumlah, tapi juga mengenai kondisi mereka selama menjalani isolasi mandiri

Editor: bakri
SERAMBI/RAHMAD WIGUNA
Wakapolres Aceh Tamiang Kompol M Nuzir saat memimpin pendistribusian sembako kepada TKI kurang mampu di Kecamatan Bandamulia, kemarin. 

KUALASIMPANG - Polres Aceh Tamiang memantau kondisi dan mendata para TKI yang pulang kembali dari Malaysia. Pendataan bukan lagi sekadar menyangkut jumlah, tapi juga mengenai kondisi mereka selama menjalani isolasi mandiri.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian menjelaskan saat ini terdapat 38 TKI yang sudah pulang dari Malaysia melalui jalur Medan dan Batam. Setibanya di rumah masing-masing, seluruhnya diwajibkan menjalani isolasi secara mandiri selama 14 hari.

Namun Zulhir menilai program isolasi ini bisa gagal karena disebabkan kondisi perekonomian sebagian TKI terbilang kurang baik. Sebagian TKI terpaksa ke luar rumah untuk mencari nafkah.

“Selama ini kita luput terhadap TKI yang sudah pulang dari Malaysia. Ternyata tidak semua perekonomian mereka bagus sehingga program isolasi bisa tidak berjalan sesuai harapan,” kata Zulhir, Sabtu (18/4).

Secara khusus Zulhir telah meminta seluruh Kapolsek di jajarannya mendata ulang TKI untuk mengetahui kondisi perekonomian. “Setelah didata diketahui ada 30 TKI yang perekonomiannya kurang baik, ini langsung kita sikapi dengan membantu mereka dengan kebutuhan bahan pokok,” jelasnya.

Dijelaskannya para TKI ini tersebar di sejumlah dusun yang terletak pada tiga kecamatan, Bandamulia, Bendahara dan Seruway. Penyaluran sembako ini pun sudah dilakukan sejak Jumat (17/4) dengan mendatangi masing-masing rumah TKI yang dipimpin Wakapolres Aceh Tamiang Kompol M Nuzir.

“Selama ada ancaman virus Corona ini dilarang ada kegiatan yang mengumpulkan massa, makanya pendistribusian dilakukan secara door to door,” ungkapnya. Dia berharap penyaluran sembako ini bisa membantu TKI menjalani isolasi mandiri dengan baik.

Zulhir juga kembali mengingatkan warga yang baru pulang dari daerah transmisi Corona segera melapor ke perangkat kampung agar bisa diberi pengawasan selama menjalani isolasi. Di sisi lain, penjagaan di kawasan pesisir Aceh Tamiang yang dikhawatirkan menjadi pintu masuk dari luar negeri secara ilegal terus dilakukan.

Polisi memastikan sejauh ini jalur pesisir tersebut masih steril dan seluruh TKI yang saat ini sudah pulang ke kampung menggunakan jalur resmi, baik dari Medan maupun Batam. (mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved