Jumat, 1 Mei 2026

Corona Serang Dunia

Malaysia Izinkan e-Bazaar, Beli Penganan Berbuka Puasa

Pemerintah Malaysia hanya mengizinkan pembelian penganan berbuka puasa dengan e-Bazaar, atau secara online.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Mohd RASFAN
Tentara Malaysia yang dilengkapi masker memasang pagar kawat berduri dekat sebuah apartemen, setelah pemerintah memperpanjang lockdown di Selayang, Distrik Gombak, Malaysia, Senin (20/4/2020). 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia hanya mengizinkan pembelian penganan berbuka puasa dengan e-Bazaar, atau secara online.

Malaysia telah memperpanjang lockdown secara nasional, dan pekan lalu mengatakan untuk memastikan jarak sosial, hanya akan mengizinkan pasar "e-bazaar."

Setiap warga boleh memesan makanan atau barang secara online dari vendor lokal yang kemudian dikirim ke rumah mereka.

Beberapa tanda menunjukkan perintah itu mungkin tidak diikuti, seperti negara bagian Perlis utara yang mengatakan akan mengizinkan pedagang penganan berbuka puasa beroperasi dari rumah dan pinggir jalan.

Hadi Azmi, seorang editor video berusia 31 tahun, memahami perlunya pembatasan, tetapi dia juga merasa terjebak.

"Saya merasa aneh. ketika bulan puasa mendekat, kami harus tetap di dalam rumah dan kami tidak dapat bertemu orang tua dan saudara kandung kami untuk berbuka puasa dan shalat bersama," katanya kepada AP, Selasa (21/4/2020).

Sementara, di Indonesia, kemungkinan ledakan kasus virus Corona akan terjadi, ketika jutaan orang pulang ke kota asal dan desa leluhur untuk merayakan Idul Fitri setelah Ramadan, sehingga  memaksa presiden untuk mengeluarkan larangan mudik.

Negara-negara lain telah melarang perjalanan internal yang panjang.

Suriah memberi dua hari dalam pekan ini untuk warga pindah antar provinsi, lalu larangan kembali diberlakukan.

Di Malaysia, Mohamad Fadhil mengatakan pasrah akan kehilangan bisnis di pasar Ramadhan, di mana dia dan penjual lainnya menjajakan makanan dan minuman di pasar terbuka yang ramai.

Tapi dia berharap kuncian negara itu akan berkurang sehingga bisa membawa putrinya yang berusia 7 tahun ke rumah.

Dia berada di rumah orangtuanya sekitar satu jam jauhnya ketika kuncian dimulai enam minggu lalu, menjebaknya di sana.

"Saya harap kita bisa bersama keluarga selama Ramadhan," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved