Breaking News:

Virus Corona Serang Dunia

Muadzin Senior Masjidil Haram Sedih Melihat Ka’bah Sepi, "Hati Kami Menangis"

Namun, bulan Ramadhan tahun ini umat muslim harus menyambut Ramadhan dengan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/File/-
Pandemi COVID-19, telah meninggalkan area yang penuh sesak di sekitar Ka'bah kosong. 

SERAMBINEWS.COM, Arab Saudi – Ramadhan adalah bulan yang luar biasa bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia.

Sukacita umat muslim selalu menyertai datangnya bulan Suci Ramadhan ini.

Karena bagi umat muslim bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan kemuliaan.

Namun, bulan Ramadhan tahun ini umat muslim harus menyambut Ramadhan dengan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Munculnya wabah covid-19 atau virus corona di berbagai belahan dunia membuat umat muslim bersedih.

Salah satu imbas dari virus corona yakni dengan munculnya peraturan dari pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan penutupan sementara di sekitar area Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Penutupan ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Selain itu, penutupan ini juga menjadi rekomendasi dari WHO yang mendesak negara-negara untuk melakukan pembatasan orang-orang untuk berkumpul seperti tempat ibadah, pasar dan toko.

Dilansir dari AFP Selasa (21/4/2020), muadzin senior Masjidil Haram Mekkah Ali Mulla merasa sedih melihat kondisi Mekkah yang sepi seperti saat ini.

 “Hati kami menangis,” ungkapnya.

Sebagai muadzin yang selalu menyuarakan panggilan salat atau biasa disebut adzan , Ali Mulla merasa sedih karena tidak bisa melihat area Ka’bah ramai oleh umat muslim yang akan menjalankan ibadah seperti biasanya.  

“Kami terbiasa melihat masjid penuh sesak dengan orang-orang di sepanjang waktu,” tambahnya.

Biasanya area Ka’bah selalu menjadi tempat paling ramai untuk berkumpulnya umat muslim dari seluruh dunia yang ingin menjalankan ibadah dan memanjatkan doa.

Area ubin di sekitar Ka’bah yang biasanya penuh tertutup oleh puluhan ribu orang kini ubin putih itu bisa terlihat dengan jelas.

Sudah beberapa minggu terakhir kondisi ini terjadi di Mekkah.

Dampak lain dari pembatasan ini juga dirasakan oleh para pedagang di sekitar Mekkah.

Biasanya saat menjelang Ramadhan banyak orang berbelanja tapi saat ini banyak orang memilih membelanjakan uangnya untuk membeli barang kebutuhan karantina.

Seperti membeli masker dan alat pelindung lainnya.

Diketahui, pemerintah Arab Saudi memperpanjang larangan salat berjamaah di  Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan Ramadhan tahun ini.
 
Langkah itu ditempuh pemerintahan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud guna membendung penyebaran virus Corona Covid-19.

Iktikaf di dalam masjid untuk beribadah juga tidak diperbolehkan.

Keputusan ini diumumkan pihak pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melalui Twitter, dengan mengutip Presiden Jenderal Sheikh Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais.

Alih-alih salat berjamaah, kedua masjid itu tetap mengizinkan salat lima waktu dan tarawih selama Ramadhan tanpa jamaah umum. 

Pengelola juga akan meningkatkan operasi penyemprotan disinfektan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Langkah tersebut kembali disuarakan media Kerajaan Arab Saudi, Saudi Gazette, dalam akun Twitter resminya.

Imbauan untuk mencegah penularan virus Corona Covid-19 juga disuarakan Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah.

"Kita berada dalam satu perahu. Jika kita sama-sama berkomitmen, kita akan mencapai pantai dengan selamat," kata Al-Rabiah.

"Kita terbiasa mengadakan banyak aktivitas sosial selama Ramadhan.

Tahun ini akan berbeda dan saya mendesak semua orang untuk berkomitmen menjaga jarak," tegasnya.

Bagaimanapun, tidak semua orang menerima keputusan ini dengan lapang dada. Salah satunya Ali Mulla, muazin di Masjidil Haram.

"Hati kami menangis," ujar Ali Mulla kepada Kantor Berita AFP dikutip dari BBC News Indonesia, Selasa (21/4/2020).

"Kami terbiasa melihat masjid suci penuh orang selama siang, malam, setiap saat...Saya merasa sakit di dalam," tambahnya.

Arab Saudi mencatat total 10.484 kasus virus corona pada, Selasa (21/4/2020), dengan kematian 103 orang.

 Pada awal bulan April, memberlakukan jam malam selama 24 jam di kota suci Mekah dan Madinah sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Mufti Arab Saudi Imbau Shalat Tarawih dan Shalat Id di Rumah

Mufti Besar Arab Saudi Sheikh Abdulaziz al-Sheikh mengimbau, kegiataan keagamaan selama Ramadan dan Idul Fitri sebaiknya dilakukan di rumah jika wabah Covid-19 belum usai.

Pengumuman itu disampaikan surat kabar Okaz pada Jumat (17/4/2020), sesuai keputusan dari otoritas keagamaan tertinggi di negara itu.

"Shalat Tarawih dapat dilakukan di rumah jika tidak dapat dilakukan di masjid karena tindakan pencegahan yang ditegakkan untuk menekan penyebaran virus corona," katanya dalam menanggapi pertanyaan.

Sheikh Abdulaziz menambahkan, hal yang sama berlaku untuk shalat Id juga.

Bulan suci Ramadan akan dimulai minggu depan.

 Arab Saudi pada pertengahan Maret telah melarang warganya melaksanakan shalat lima waktu termasuk shalat Jumat di masjid, sebagai upaya menbatasi penyebaran penyakit Covid-19.

Kemudian pada Kamis (16/4/2020) otoritas Masjid Nabawi di Madinah mengatakan, pihaknya melarang acara-acara berbuka puasa secara gratis di lingkungan masjid selama bulan Ramadan tahun ini.

Keputusan ini semakin menegaskan kemungkinan sebelumnya yang diungkapkan Menteri Agama Abdul Lathif Asy-Syeikh.

Sebagaimana dilansir dari Al-Riyadh pada Rabu (15/4/2020), ia mengatakan ibadah shalat Tarawih saat Ramadan kemungkinan lebih baik dilakukan di rumah.

Dia menilai, situasi di Saudi terkait wabah virus corona masih belum signifikan.

 Abdul Lathif mengatakan, "Penangguhan shalat lima waktu di masjid lebih penting daripada penangguhan shalat Tarawih.

Kita memohon kepada Allah yang Esa untuk menerima ibadah shalat Tarawih kita baik itu di masjid ataupun di rumah."

Adapun terkait shalat jenazah, Abdul Lathif hanya mengizinkan lima sampai enam orang yang diperbolehkan melakukan shalat.

Dia juga mengingatkan kalau shalat jenazah pun bisa dilakukan dari rumah. (*)

DPW Partai Aceh Kabupaten Pidie Bagikan APD Kepada 26 Puskesmas, Ini Pesan Sarjani Abdullah

Kisah Hidup Cici, PSK di Hongkong yang Terimbas Virus Corona, Ukur Suhu Pelanggan Sebelum ke Kamar

Larangan Mudik Mulai Berlaku 24 April 2020, Ini Sanksi bagi Warga yang Nekat Mudik

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Cerita Muadzin Senior Masjidil Haram yang Sedih Melihat Ka’bah Sepi "Hati Kami Menangis"

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved