Minggu, 12 April 2026

Corona Serang Dunia

Trump Serukan Umat Muslim Jaga Jarak Sosial, Selama Ramadhan Yang Dimulai Kamis

Presiden AS, Donald Trump pada akhir pekan lalu, Minggu (19/4) menyerukan umat Muslim di negaranya untuk tetap menjaga jarak sosial

Editor: M Nur Pakar
AFP/ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Presiden AS, Donald Trump menggelar konferensi pers tentang perkembangan virus Corona di Gedung Putih, Washington DC, Senin (20/4/2020). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS, Donald Trump pada akhir pekan lalu, Minggu (19/4) menyerukan umat Muslim di negaranya untuk tetap menjaga jarak sosial selama bulan Ramadhan.

Sebaliknya, dia tidak mempersoalkan umat Kristen yang merayakan Paskah dengan membuat pertemuan besar.

Presiden AS membuat komentar setelah diminta retweet seorang komentator konservatif yang tampaknya mempertanyakan apakah umat Islam akan diperlakukan sama dengan dengan orang Kristen yang melanggar aturan jarak sosial.

VIDEO - Rumah Sakit di Amerika Serikat Mulai Kewalahan, Mayat Ditumpuk Tak Beraturan

"Saya akan mengatakan, mungkin ada perbedaan," kata Trump selama konferensi pers harian virus Corona.

"Kita harus melihat apa yang akan terjadi, karena aku telah melihat perbedaan besar di negara ini,” tambahnya, seperti dilansir AP, Minggu (19/4/2020).

"Mereka mengejar gereja-gereja Kristen, tetapi mereka tidak cenderung mengejar masjid," katanya.

Ramadhan, yang akan dimulai pada Kamis (23/4) di AS, jatuh satu setengah pekan setelah Paskah, ketika beberapa orang Kristen melawan peraturan kesehatan masyarakat untuk menghadiri perayaan secara ilegal.

Ditanya apakah menurutnya para imam Muslim akan menolak mengikuti perintah sosial Trump menjawab:

"Tidak, saya tidak berpikir begitu."

"Aku adalah seseorang yang percaya pada iman. Dan itu tidak penting apa keyakinanmu. Tapi politisi kita tampaknya memperlakukan agama yang berbeda dengan sangat berbeda,” kata Trump.

Kondisi Rumah Sakit di Amerika Serikat di Tengah Wabah Corona, Mayat-Mayat Ditumpuk Tidak Beraturan

Trump telah dituduh retorika anti-Muslim dan salah satu tindakan pertamanya saat memasuki Gedung Putih, melarang warga dari beberapa negara mayoritas Muslim masuk AS.

Masyarakat Islam Amerika Utara, bersama para pakar medis Muslim, telah mendesak penundaan shalat berjamaah , di antara pertemuan-pertemuan lainnya.

Orang-orang Yahudi Amerika juga dipaksa untuk mengubah Seder tradisional menjadi virtual ketika liburan delapan hari dimulai saat matahari terbenam pada 8 April.

Meskipun tindakan serupa diambil di sebagian besar komunitas Kristen, seorang pendeta Virginia yang terus berkhutbah dengan menentang aturan tinggal di rumah, meninggal seminggu yang lalu karena virus Corona.

Dan para pendeta di dua gereja besar di Florida dan Louisiana telah ditangkap atas tuduhan pelanggaran ringan karena melanggar perintah tinggal di rumah.

"Iman Kristen diperlakukan jauh berbeda dari sebelumnya," tambah Trump.

"Dan saya piker, diperlakukan dengan sangat tidak adil,” tutupnya.(*)

Virus Corona di Amerika Serikat Sudah Lewati Puncak, Donald Trump Akan Longgarkan Lockdown

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved