Breaking News:

Salam

Dari Mana Corona Pada Mahasiswi Malaysia?  

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid‑19 Pemerintah Aceh sudah melakukan beberapa langkah menyusul

for serambinews.com
dr. Hanif, Kepala Dinas Kesehatan Aceh 

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid‑19 Pemerintah Aceh sudah melakukan beberapa langkah menyusul laporan Pemerintah Malaysia yang menyatakan ada dua mahasiswi dan satu pelancong asal negeri jiran itu yang terinfeksi Covid‑19 (Corona) sepulangnya dari Aceh.

Sehari setelah laporan itu dirilis otoritas Malaysia, tim gugus bergerak ke gampong tempat tinggal kedua mahasiswi tersebut untuk mentracking rekam jejak. Dilakukan juga tes cepat (rapid test) terhadap 18 warga Blang Krueng yang tinggal di sekitar rumah kos salah satu mahasiswi.

"Tim sudah mulai melakukan tracking, di mana tempat tinggal mereka, ke mana saja mereka, dengan siapa saja mereka kontak. Sedang kita petakan semua. Ini perlu kita telusuri agar kita bisa memutus mata rantai penyebaran Covid‑19. Informasi yang diterima, selama ini dua mahasiswi tersebut beraktivitas di kawasan kampus, Darussalam, dan tempat tinggalnya masing‑masing," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif.

Tim juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap warga di sekitar rumah mahasiswi satunya lagi yang berada di gampong tetangga. "Semoga semuanya negatif dan kita berharap masyarakat tidak cemas," ujarnya.

Direktur RSUDZA Banda Aceh, dr Azharuddin, yang ditanyai terkait kasus dua mahasiswi asal Malaysia itu, menduga kedua suspek itu sudah lebih dulu terjangkit. Azharuddin mengatakan, secara teori tidak mungkin sehari setelah terpapar bisa langsung didapati hasilnya positif Covid‑19. "Kalau dalam perjalanan tertular dan besok diswab langsung positif rasanya tidak, jadi dia pasti sudah terjangkit beberapa hari sebelumnya," kata Azharuddin.

Makanya yang perlu diperjelas adalah, tanggal berapa dia berangkat dari Darussalam, tanggal berapa dia diperiksa positif swab‑nya di Kuala Lumpur. Jadi, tracking terhadap dua mahasiswi itu sangat diperlukan guna mengetahui di mana keduanya terjangkit, jangan‑jangan keduanya punya riwayat pulang dari daerah terjangkit. "Karena, belakangan ini banyak orang sudah positif, tapi tidak muncul gejala. Makanya kenapa kita minta selalu menjaga jarak phycical distancing, pergerakan itu yang perlu kita lihat, jadi seseorang itu mampu menularkan ke orang lain dan mampu dia menerima tularan dari yang lain," pungkasnya.

Pertama kita sangat mengapresiasi gerak cepat Tim Pencegahan Covid‑19 yang sudah melacak rekam jejak kedua mahasiswi itu selama berada di Aceh. Kita juga sangat berharap, warga di sekitar tempat tinggal kedua mahasiswi asal negara tetangga itu lebih memperketat langkah‑langkah jaga diri, jaga jarak, dan jaga kesehatan tentunya.

Kedua, terhadap dua mahasiswi Malaysia yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, tentu masih banyak hal yang perlu dicari agar kita di Aceh tidak was‑was dan dapat mengambil langkah‑langkah tetap secara cepat pula. Kita tidak tahu apakah pernyataan positif itu berdasarkan hasil rapid test di airport Kuala Lumpur atau benar‑benar hasil swab oleh laboratorium. Sebab, pengalaman selama ini ada sejumlah hasil rapid test ternyata tidak sama dengan hasil swab.

Atau jangan‑jangan berangkat dari Aceh si mahasiswi sempat keluyuran ke daerah lain sebelum terbang ke negaranya. Yang pasti kita berharap para suspek itu bukan terjangkit di Aceh. Kalaupun sudah terjangkit di Aceh, kita berharap mereka belum menyebarkan virus itu ke orang lain.

Selain soal kasus dua mahsiswi tadi, saat ini yang harus menjadi perhatian dalam pencegahan sebaran Corona adalah memperketat penjagaan di perbatasan karena banyak masyarakat yang datang mudik kerja dari luar daerah atau mahasiswa yang pulang dari daerah lain ke daerah asalnya masing‑masing untuk berpuasa dan lebaran di kampung halaman. Kita berharap mereka yang masuk Aceh dari manapun hendaknya diperiksa riwayat penyakit dan kesehatannya di puskesmas atau rumah sakit daerah masing‑masing.

Sedangkan kepada pemerintah kita terus berharap memberi upaya terbaik dan maksimal dalam menangani virus Corona. Pemerintah secara nyata harus cepat hadir dalam melindungi dan menjamin kesehatan rakyatnya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved