Ingin Melindungi Pekerja di AS, Donald Trump Hentikan Izin Tinggal Pendatang Selama 60 Hari

Tidak jelas akan seberapa efektif hal yang diumumkan Trump itu. Lantaran sebagian besar visa sudah ditangguhkan dari jauh hari.

Reuters/Tom Brenner
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pertemuan dengan para CEO sektor energi di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, AS, 3 April 2020. (Reuters/Tom Brenner) 

SERAMBINEWS.COM - Presiden AS, Donald Trump mengatakan akan menghentikan izin pendatang yang akan tinggal permanen di AS di tengah pandemi Covid-19 ini.

Mengutip Bernama, Trump mengatakan pada Selasa (21/4/2020) bahwa Gedung Putih akan menghentikan aplikasi permintaan kartu hijau selama 60 hari sambil terus mengizinkan pekerja sementara dengan visa non-imigran untuk memasuki negara itu.

"Saya akan mengeluarkan penangguhan sementara imigrasi ke Amerika Serikat," kata Trump.

Sehari setelah dia mengumumkan langkah itu pada cuitannya, Trump mengatakan tindakannya tersebut bisa melindungi pekerjaan di Amerika.

Ramadan Sebentar Lagi, Bolehkah Berpuasa 1 atau 2 Hari Lebih Cepat? Ini Penjelasannya

Tolak Disemprot Disinfektan, Anggota DPRD Ajak Duel Petugas Tim Covid-19, Aparat Sampai Turun Tangan

Viral 2 Anak Yatim Piatu Kelaparan Minta Makan, Tubuh Tinggal Tulang, Hotman Paris Sentil Gubernur

Tidak jelas akan seberapa efektif hal yang diumumkan Trump itu.

Lantaran sebagian besar visa sudah ditangguhkan dari jauh hari.

Para kritikus mengatakan, Trump sedang berusaha mengalihkan perhatian publik dari tanggapannya terhadap pandemi corona sebagaimana dikutip dari BBC.

()

Foto Presiden Donald Trump Kembali ke Gedung Putih Langsung Menjadi Bahan Meme (Twitter White House Photos @photowhitehouse)

Setidaknya menurut catatan yang ada, AS mengantongi hampir 45.000 kematian.

Sementara itu Partai Demokrat menuduh pemerintah menggunakan pandemi untuk menindak imigrasi.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved