Ingin Melindungi Pekerja di AS, Donald Trump Hentikan Izin Tinggal Pendatang Selama 60 Hari

Tidak jelas akan seberapa efektif hal yang diumumkan Trump itu. Lantaran sebagian besar visa sudah ditangguhkan dari jauh hari.

Reuters/Tom Brenner
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pertemuan dengan para CEO sektor energi di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, AS, 3 April 2020. (Reuters/Tom Brenner) 

Masalah ini sejatinya telah menjadi tema kampanye yang kuat bagi Trump.

Sebelum Kebijakan Lockdown Diperpanjang, Warga Singapura Rela Antre Panjang Demi Secangkir Boba

6 Dokter dan 12 Tenaga Medis Bertugas di Gedung Diklat, Pantau Warga Bireuen yang Mengisolasi Diri

Para konferensi pers harian di Gedung Putih, Trump mengatakan perintah eksekutif terkait pendatang itu mungkin akan ditandatangani pada Rabu ini.

Larangan ini bisa jadi diperpanjang tergantung kondisi perekonomian di dalam AS.

Setelah berjanji untuk menangguhkan imigrasi ke AS pada Senin malam waktu setempat, Trump tampaknya mengubah rencana awalnya setelah mendapat reaksi keras dari beberapa pemimpin bisnis.

Sebab kebijakan ini akan berdampak pada pendatang dengan visa kerja sementara, seperti halnya karyawan di sektor teknologi.

Lebih dari 20 juta orang Amerika telah kehilangan pekerjaan di tengah wabah virus corona.

Presiden mengatakan pemerintah memiliki tugas serius untuk memastikan warga mendapatkan kembali pekerjaan mereka.

"Akan salah dan tidak adil bagi orang Amerika yang diberhentikan oleh virus untuk digantikan dengan tenaga kerja imigran baru yang diterbangkan dari luar negeri," kata Trump.

Viral, Pria Berkostum Iron Man Belanja di Sebuah Pasar, Begini Aksinya

Jika Kim Jong Un Meninggal, Ini Dampak dan Prediksi Terhadap Korut, Trump Harap Dia Baik-baik Saja

Setelah itu dia mengatakan, mungkin akan ada beberapa pengecualian terhadap tindakan ini.

"Kami ingin melindungi pekerja kami di AS dan saya pikir saat kami melangkah maju, kami akan menjadi lebih dan lebih protektif terhadap mereka," sambungnya.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved