Breaking News:

Ingin Melindungi Pekerja di AS, Donald Trump Hentikan Izin Tinggal Pendatang Selama 60 Hari

Tidak jelas akan seberapa efektif hal yang diumumkan Trump itu. Lantaran sebagian besar visa sudah ditangguhkan dari jauh hari.

Reuters/Tom Brenner
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pertemuan dengan para CEO sektor energi di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, AS, 3 April 2020. (Reuters/Tom Brenner) 

Sejatinya perintah Trump ini bisa memicu tantangan hukum.

AS memiliki jumlah kasus infeksi Covid-19 terkonfirmasi tertinggi di dunia.

Menurut Universitas John Hopkins, ada lebih dari 820.000 orang di AS telah terjangkit wabah ini.

Pihak National Immigration Forum, Ali Noorani mengatakan imigran menyumbang 17 persen dari pekerja kesehatan dan 24 persen dari pekerja perawatan langsung di AS.

"Sangat disayangkan presiden lebih memilih kambing hitam daripada membangun konsensus yang membantu semua melalui krisis ini," tulisnya di Twitter.

Sementara itu pakar imigrasi dari American Civil Liberties Union, Andrea Flores menilai ini adalah reaksi anti-asing.

"Xenophobia bukan respons kesehatan masyarakat," katanya.

Namun mantan direktur pelaksana tugas Presiden untuk Imigrasi dan Bea Cukai AS, Thomas Homan mengatakan itu masuk akal dan akan mempertahankan pekerjaan bagi orang Amerika yang menganggur.

"Kedutaan-kedutaannya tidak terbuka, jadi ini seperti bukan hal yang baru," jelas Carl Shusterman, yang telah mempraktikkan hukum imigrasi sejak tahun 1970-an.

"Pengumuman ini tidak benar-benar mengubah apa pun kecuali kedutaan akan dibuka minggu depan atau dalam 60 hari ke depan," tambahnya.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Donald Trump Hentikan Izin Tinggal Pendatang Selama 60 Hari, Ingin Melindungi Pekerja di AS

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved